Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Raya Nyepi Berdekatan dengan Momen Arus Mudik Lebaran 2025, Ini Permintaan ASDP Ketapang Banyuwangi Kepada Pemprov Bali

Niklaas Andries • Senin, 3 Maret 2025 | 20:13 WIB
DARI IJEN: Puluhan wisatawan dari Tiongkok menyeberang ke Bali setelah mendaki Kawah Ijen, Minggu (6/10).
DARI IJEN: Puluhan wisatawan dari Tiongkok menyeberang ke Bali setelah mendaki Kawah Ijen, Minggu (6/10).

Radarbanyuwangi.id – Ada momen spesial yang menjadi perhatian ASDP Ketapang Banyuwangi menghadapi arus mudik lebaran 2025 kali ini. Salah satunya terkait berdekatannya momen mudik tersebut dengan Hari Raya Nyepi.

Hal ini diprediksi bakal memunculkan kepadatan kendaraan yang akan menggunakan jasa kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.Dimana Hari Raya Nyepi akan jatuh pada 29 Maret 2025.

”Faktor Nyepi ini meningkatkan jumlah pemudik. Kami prediksi peak-nya ada pada tanggal 27 atau 28 Maret. Kemudian tanggal 30 Maret untuk pekerja yang dari Jember dan Banyuwangi,” ujar General Manager PT ASDP Ketapang Yani Andriyanto.

ASDP Ketapang sendiri memprediksi kenaikan penumpang dari Pelabuhan Ketapang akan naik 10 persen. Sedangkan dari Gilimanuk peningkatan mencapai 14 persen dari tahun lalu.

Dari data ASDP Ketapang di momen yang sama tahun 2024 lalu, jumlah penumpang dari Ketapang menuju Bali sejak H-7 sampai H-2 tercatat mencapai 148.915 orang.

Jika terjadi kenaikan sebanyak 10 persen pada tahun ini. Maka jumlah penumpang kapal yang menyeberang mencapai 162.000 orang.

Dari arah dari Gilimanuk, tahun lalu jumlahnya mencapai 336.802 orang. Jika terjadi peningkatan sampai 14 persen, maka kemungkinan akan ada sekitar 383.000 orang yang menyeberang dari Bali ke Jawa. 

Menyikapi hal ini pun ASDP Ketapang Banyuwangi sudah mempersiapkan langkah antisipasi. Termasuk pihak ASDP Banyuwangi  meminta kerja sama dari semua stake holder terkait.

”Kalau bisa ada aturan dari Pemprov Bali sehingga pekerja bisa WFH atau work from anywhere lebih awal. Mereka bisa mudik lebih cepat sehingga tidak menumpuk di waktu mudik,” imbuhnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#Pelabuhan Gilimanuk #Pemprov Bali #work from home #jawa #jembrana #wfh #hari raya nyepi #Arus Mudik Lebaran 2025 #pelabuhan ketapang #bali #asdp ketapang #banyuwangi