RadarBanyuwangi.id - Selama Ramadhan 1446 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang memberikan kelonggaran bagi penumpang Light Rail Transit (LRT) Sumsel untuk berbuka puasa di dalam gerbong.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan, aturan ini berlaku khusus untuk jam berbuka puasa, di mana penumpang diperbolehkan mengonsumsi makanan ringan dan minuman dalam botol.
“Ini merupakan bentuk toleransi agar penumpang yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat berbuka dengan nyaman,” ujar Aida.
Meski demikian, aturan makan dan minum di dalam LRT tetap diberlakukan secara ketat di luar waktu berbuka.
Penumpang juga diimbau menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di dalam gerbong.
Jam Operasional Tetap Normal
Selama bulan puasa, LRT Sumsel tetap beroperasi seperti biasa dengan 94 perjalanan per hari, mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB.
Jadwal keberangkatan terakhir adalah pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA dan 19.55 WIB dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II).
Lonjakan Penumpang di Awal Tahun
Jumlah pengguna LRT Sumsel terus meningkat, dengan total 720.784 penumpang dari 1 Januari hingga 28 Februari 2025.
Rata-rata harian mencapai 12.217 penumpang, dengan puncak tertinggi pada 1 Januari sebanyak 34.113 penumpang. Stasiun tersibuk antara lain:
- Asrama Haji – 2.568 penumpang
- Ampera – 2.361 penumpang
- Bumi Sriwijaya – 1.596 penumpang
- DJKA – 1.422 penumpang
Terhubung ke Bandara, LRT Jadi Pilihan Utama
Dengan rute yang langsung terhubung ke Bandara SMB II, LRT Sumsel menjadi solusi transportasi cepat dan bebas macet.
Aida mengingatkan agar penumpang yang akan terbang memilih keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal check-in untuk menghindari keterlambatan.
PT KAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) berkomitmen terus meningkatkan pelayanan agar LRT Sumsel semakin menjadi pilihan utama masyarakat. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi