RadarBanyuwangi.id - LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas modern yang menghubungkan berbagai moda transportasi di Jabodetabek.
Dengan integrasi yang semakin luas, masyarakat kini bisa menikmati perjalanan lebih efisien, nyaman, dan bebas macet.
Tak hanya berfungsi sebagai transportasi dalam kota, LRT Jabodebek juga menjadi penghubung strategis ke berbagai layanan lain, seperti Commuterline dan Whoosh (Kereta Cepat Jakarta-Bandung).
Baca Juga: Tarif Hemat, Layanan Nyaman, KAI Hadirkan KA Ekonomi Bersubsidi Pada 3 Kereta Api di Banyuwangi
Beberapa stasiun utama yang menawarkan integrasi ini adalah:
Stasiun Dukuh Atas BNI
Dari sini, pengguna bisa berjalan kaki ke Stasiun Sudirman Baru dan melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta dengan Commuterline Basoetta. Pada 2024, jumlah penumpang di stasiun ini mencapai 6,5 juta orang, dan naik 53 persen di awal 2025.
Stasiun Cikoko
Terhubung dengan Stasiun Cawang, pengguna bisa naik Commuterline ke Bogor, Jakarta Kota, atau ke Bandara Soekarno-Hatta melalui Manggarai. Awal 2025, jumlah pengguna meningkat 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Stasiun Halim
Akses langsung ke Whoosh membuat perjalanan ke Bandung lebih cepat dan nyaman. Dengan lonjakan pengguna sebesar 16persen di awal 2025, ini membuktikan betapa praktisnya integrasi ini.
Baca Juga: Armada KA Bandara Ini Solusi Hebat untuk Perjalanan Cepat dan Ramah Lingkungan
LRT Jabodebek bukan hanya alat transportasi, tapi juga bagian dari ekosistem berkelanjutan. Dengan mendorong penggunaan transportasi massal, layanan ini berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara.
Selain itu, mobilitas yang lancar juga mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi