RadarBanyuwangi.id - Warga Sumatera Selatan dan Lampung kini menghadapi kesulitan mendapatkan tiket kereta api, terutama untuk rute Rajabasa dan Kuala Stabas.
Kondisi ini diduga akibat ulah calo yang memborong tiket, menyebabkan harga jual melonjak hingga tiga kali lipat di pasaran.
Kereta api merupakan moda transportasi andalan masyarakat di wilayah tersebut karena dinilai lebih aman dibandingkan transportasi darat lainnya yang rawan kejahatan jalanan, seperti begal dan penodongan.
Selain itu, moda ini juga menjadi pilihan utama bagi perempuan yang ingin bepergian dengan rasa aman.
Keluhan mengenai maraknya calo tiket ini disampaikan oleh akun X OPKA SUMSEL @opkasumsel dan komunitas penggemar kereta api @okurailfans.
Mereka menyoroti sulitnya mendapatkan tiket serta keterbatasan jadwal dan kapasitas kereta api yang tersedia di Sumatera Bagian Selatan.
Bahkan, mereka membuat surat terbuka kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menindaklanjuti masalah ini.
Selain mahalnya harga yang dipatok calo, pengguna jasa kereta api juga khawatir terhadap penyalahgunaan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang sering kali diminta dalam transaksi pembelian tiket secara tidak resmi.
Menanggapi keresahan masyarakat, PT KAI melalui akun resmi X @KAI121 menyatakan telah menerima laporan tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan serta tindak lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai hasil investigasi yang dilakukan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi