RadarBanyuwangi.id - Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen melakukan persiapan khusus dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Salah satu destinasi wisata alam andalan Banyuwangi dan Bondowoso tersebut dipastikan mengalami lonjakan pengunjung, terutama pada malam pergantian tahun.
Berbagai upaya telah dilakukan pengelola TWA Kawah Ijen untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung pada libur Nataru yang juga bersamaan dengan musim libur sekolah ini.
Selain itu, persiapan khusus dilakukan agar destinasi yang juga wilayah konservasi ini tetap terjaga.
Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim Dwi Putro Sugiarto menuturkan, jumlah pengunjung TWA Kawah Ijen saat libur Nataru memang biasanya mengalami lonjakan. Lebih tinggi daripada hari biasa.
Terlebih, pada musim libur Nataru kali ini juga bersamaan dengan libur sekolah. Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Pertama, kata Dwi, pihaknya telah melakukan rembuk bersama para pelaku dan penyedia jasa wisata. Mereka diberikan sosialisasi agar memberikan pelayanan terbaik dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan wisatawan.
”Mereka juga kami beri arahan agar mengimbau wisatawan tidak membuang sampah sembarangan dan memastikan kondisi kesehatan sebelum berkunjung ke kawasan,” tuturnya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Rabu (25/12).
TWA Ijen juga telah melakukan pembersihan di sepanjang jalur pendakian dan area kemah Paltuding. Kegiatan yang juga melibatkan para pelaku wisata dan masyarakat sekitar tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan bersih dan nyaman.
Ketiga, imbuh Dwi, pihaknya juga menggandeng aparat keamanan untuk memastikan kondusivitas selama musim libur.
”Jadi, di Paltuding itu ada posko pengamanan bersama TNI dan Polri yang juga hadir untuk memastikan kegiatan berlibur di Ijen berlangsung aman dan nyaman,” tandasnya.
Persiapan berikutnya, masih kata Dwi, pihaknya melakukan penguatan personel dengan meningkatkan jumlah dan kualitasnya.
Hal tersebut bertujuan agar wisatawan yang mengalami kendala atau memerlukan informasi sesegera mungkin ditangani.
Tak hanya itu, pihaknya juga memasang rambu-rambu peringatan tambahan di tempat-tempat yang dinilai berbahaya. Pemasangan dilakukan pada Senin (23/12) dan Rabu (25/12) dengan total dipasang sebanyak 25 tambahan rambu.
”Rambu-rambu yang bunyinya memberikan peringatan agar wisatawan tidak terlalu dekat dengan bibir jurang, begitu. Lalu tentu juga di titik-titik lain yang membahayakan,” ujar Dwi.
Pihaknya juga memastikan telah mengunggah prosedur operasional standar (SOP) bagi wisatawan di berbagai platform yang dimiliki TWA Kawah Ijen.
Termasuk di laman pemesanan tiket. Selain itu, kuota pengunjung juga diberlakukan untuk menghindari overtourism.
Menurut Dwi, jumlah wisatawan setiap harinya dibatasi paling banyak 2 ribu orang.
”Jika sudah penuh 2 ribu orang, maka laman pemesanan tiket otomatis akan terkunci. Ini semua untuk memastikan bahwa aktivitas wisata Kawah Ijen tetap terkendali sesuai dengan daya dukung kawasannya. Dan, yang paling penting juga tidak merusak kawasan konservasi,” tandasnya. (cw1/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin