Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kawah Ijen Bisa Tutup Sewaktu-waktu, BBKSDA Jatim Imbau Wisatawan Lakukan Ini Sebelum Mendaki

Redaksi • Jumat, 27 Desember 2024 | 20:00 WIB
IKONIK: Panorama danau sulfur berwarna biru tosca serta asap putih dari sulfatara di Kawah Gunung Ijen Banyuwangi.
IKONIK: Panorama danau sulfur berwarna biru tosca serta asap putih dari sulfatara di Kawah Gunung Ijen Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id - Musim libur Nataru dan libur sekolah juga bertepatan dengan musim hujan. TWA Kawah Ijen juga memberikan perhatian khusus untuk hal yang satu ini. Pengelola kawasan memiliki kebijakan dan imbauan khusus.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim Dwi Putro Sugiarto menyebut bahwa pihaknya akan melakukan penutupan sewaktu-waktu ketika cuaca buruk dan dinilai membahayakan. Hal tersebut untuk memastikan keselamatan pengunjung dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, sejauh ini, hal tersebut belum pernah dilakukan. Sebab, selama ini hujan turun di waktu-waktu sepi pengunjung.

”Dulu pernah kami tutup lebih awal. Tapi, akhir-akhir ini belum pernah. Pendakian Ijen kan kami buka mulai pukul 02.00–12.00, dan ramai itu biasanya hanya sampai sekitar pukul 7 pagi. Sementara itu akhir-akhir ini hujannya siang atau sore,” tutur Dwi.

Berkenaan dengan musim hujan ini, pihaknya juga memberikan imbauan khusus kepada wisatawan. Pertama, wisatawan mesti mempersiapkan perlengkapan pendakian yang memadai. Mulai dari jaket yang hangat hingga pakaian yang nyaman.

”Kemudian kalau bisa membawa sepatu yang masih ’menggigit’ tanah. Jangan bawa sepatu yang licin sehingga bisa menyebabkan tergelincir karena sedang musim hujan dan kondisi tanahnya licin,” ujarnya.

Kedua, pengunjung mesti memastikan kondisi kesehatan sedang baik. Wisatawan harus melakukan tes kesehatan dan membuktikannya melalui surat keterangan sehat sebelum melakukan pendakian.

”Kalau sedang tidak enak badan jangan dipaksa. Pastikan sedang fit. Masih ada hari lain kalau semisal masih sakit,” imbaunya.

Ketiga, imbuh Dwi, wisatawan diharap segera menghubungi petugas yang siaga di lokasi jika membutuhkan sesuatu. Keempat, rambu-rambu yang telah terpasang di titik-titik berbahaya juga mesti dipatuhi.

”Patuhi rambu peringatan. Seberapa banyak pun rambu-rambu atau papan informasi yang terpasang jika wisatawan tidak peduli, ya ini akan menjadi sia-sia. Jadi, hargai alam dan juga jaga keselamatan,” tandasnya.

Dwi juga mengimbau agar pengunjung tidak membawa peralatan, barang, atau obat-obatan yang dapat berpotensi merusak diri sendiri, orang lain, dan kelestarian kawasan.

 Di antaranya adalah menyalakan flare atau kembang api, membawa narkoba, minuman keras, senjata api, atau barang lain yang membahayakan.

Masih dalam rangka menjaga kelestarian kawasan, lanjut Dwi, wisatawan diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan. Para wisatawan diimbau untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama melakukan pendakian.

”Jangan dibuang di kiri dan kanan jalur pendakian, itu bisa mengganggu keaslian dari kawasan dan juga keindahannya. Juga menimbulkan kesan yang jelek bagi wisatawan lainnya,” pungkasnya. (cw1/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Musim Hujan #Libur Nataru #ditutup #kawah ijen