RadarBanyuwangi.id – Desa Bengkak termasuk salah satu dengan nama yang unik. Dengan keunikan itu, tempat ini juga memiliki destinasi wisata alam yang menarik.
Desa ini masuk wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Dikenal dengan suasana yang tenang dan pemandangan yang menakjubkan, Desa Bengkak kini semakin populer di kalangan wisatawan.
Desa Bengkak menawarkan panorama alam yang memukau. Dengan latar belakang pegunungan dan garis pantai yang indah, Desa Bengkak memiliki daya tarik alam yang tiada duanya. Ada Mangrove Center Bengkak (MCB) dengan pantai berpasir putih.
Keindahan alamnya semakin terpancar dengan adanya hamparan sawah, perkebunan, serta hutan yang masih terjaga kelestariannya.
Sebagai desa yang terletak di kawasan pesisir dan perbukitan, Desa Bengkak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Masyarakat setempat banyak yang menggantungkan hidup pada pertanian, perkebunan, dan hasil laut.
Produk pertanian seperti padi, jagung, dan buah-buahan banyak ditemukan di desa ini. Selain itu, aktivitas nelayan di pesisir Desa Bengkak juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi lokal.
Desa Bengkak terletak cukup strategis, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari beberapa destinasi wisata populer di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen, dan Taman Nasional Baluran.
Ini menjadikan Desa Bengkak sebagai alternatif yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan yang tenang sambil menjelajahi pesona wisata alam di Banyuwangi.
Desa Bengkak memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan. Pemerintah desa dan masyarakat setempat berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan tetap mempertahankan kelestarian alam dan budaya.
Wisata berbasis alam seperti ekowisata, trekking, serta homestay berbasis budaya lokal mulai dikembangkan untuk menarik wisatawan, sembari tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Meski memiliki potensi yang luar biasa, Desa Bengkak masih menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan pariwisata, terutama dalam hal infrastruktur yang masih terbatas.
Sementara itu, terkait asal penamaan desa ini masih belum ada tulisan yang membahas secara detail. Namun, berdasarkan penelitian toponimi penamaan desa di Banyuwangi yang dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya, penamaan Bengkak didasarkan pada aspek toponimi berdasarkan fenomena di masyarakat. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin