RadarBanyuwangi.id - Setelah dua dekade nonaktif, jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Kalisat, Jember dengan Stasiun Panarukan, Situbondo akan segera diaktifkan kembali.
Rencana ini merupakan bagian dari program revitalisasi jalur kereta api di Jawa Timur yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Menurut Alvaviega Septian Pravangasta, Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya, proses pengaktifan jalur ini telah melalui tahap studi kelayakan dan akan dilakukan studi tambahan untuk memastikan rencana tersebut lebih matang.
Jalur ini mencakup sejumlah stasiun, yaitu Kalisat, Ajung, Sukoharjo, Sukowono, Tamanan, Tenggaran, Prajekan, Situbondo, hingga Panarukan.
Rencana ini telah diakomodasi dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan Jawa Timur dan Lingkar Ijen, serta diusulkan dalam RPJMN 2025–2029.
Jalur Kalisat-Panarukan sendiri memiliki sejarah panjang, dibangun pada 1897 oleh pemerintah Hindia Belanda melalui perusahaan kereta api Staatspoorwegen.
Namun, sejak 2004, jalur ini berhenti beroperasi. Kini, rencana reaktivasi diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jalur ini menjadi prioritas utama dibandingkan empat jalur nonaktif lainnya di Jawa Timur,” ujar Alvaviega.
Jalur lain yang juga direncanakan untuk reaktivasi adalah Lumajang-Pasirian, Madiun-Slahung, Jombang-Babat, dan Jalur Lintas Madura. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi