RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penerapan teknologi canggih dalam operasionalnya.
Salah satu inovasi unggulan yang mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah penggunaan sistem face recognition untuk proses boarding, menggantikan tiket fisik berbahan kertas.
Langkah ini tidak hanya mengurangi limbah kertas, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pelanggan.
Vice President (VP) Public Relations KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa sistem face recognition mempercepat dan mempermudah proses boarding, terutama selama periode sibuk seperti liburan Natal dan Tahun Baru.
“Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk menghindari antrean panjang saat boarding, memberikan pengalaman yang lebih efisien dan modern,” kata Anne.
Sejak awal tahun hingga 19 November 2024, teknologi ini telah digunakan sebanyak 5.853.773 kali di berbagai stasiun di Pulau Jawa dan Sumatera.
Stasiun Gambir memimpin dengan jumlah penggunaan terbanyak mencapai 1.795.785 kali, diikuti oleh Stasiun Yogyakarta dengan 713.232 kali, dan Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 534.172 kali.
Saat ini, layanan face recognition tersedia di 20 stasiun, termasuk Stasiun Gambir, Bandung, Semarang Tawang Bank Jateng, Yogyakarta, hingga Medan.
Teknologi ini terus menarik minat pelanggan, dengan lebih dari 1,4 juta orang telah melakukan registrasi sepanjang 2024.
Pelanggan yang ingin menggunakan layanan ini dapat mendaftar dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI. Berikut langkah-langkahnya:
- Masuk ke menu akun pada aplikasi dan pilih Registrasi Face Recognition.
- Baca syarat dan ketentuan, lalu klik “Setuju”.
- Verifikasi data pribadi, seperti nama lengkap, NIK, dan tanggal lahir.
- Lakukan foto selfie sesuai ketentuan dan unggah foto KTP.
- Setelah data terverifikasi, klik “Daftar Sekarang” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.
- Registrasi selesai, dan pelanggan dapat langsung menggunakan layanan ini untuk boarding.
- Dengan teknologi ini, penumpang cukup memindai wajah mereka di gerbang boarding.
- Jika data tiket, identitas, dan persyaratan lain sudah sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.
Anne memastikan bahwa sistem face recognition KAI telah memenuhi standar internasional keamanan informasi, yaitu ISO 27001.
Data pelanggan, termasuk nama, NIK, dan foto, hanya digunakan untuk proses boarding dan disimpan selama satu tahun sebelum dihapus otomatis.
Pelanggan juga dapat mengajukan penghapusan data sewaktu-waktu melalui aplikasi atau layanan pelanggan di stasiun.
Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, inovasi ini menunjukkan langkah nyata KAI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan tiket berbahan kertas.
“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menciptakan dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan visi keberlanjutan kami,” pungkas Anne. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi