Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Christmas Island, Pulau Kecil di Samudera Indonesia yang Dihuni Multi Etnis dan Budaya: Jadi Bagian Australia Sejak 1958

Niklaas Andries • Senin, 11 November 2024 | 05:00 WIB

TENGAH SAMUDERA: Pulau Natal berada di tengah pantai selatan Jawa atau Samudera Indonesia
TENGAH SAMUDERA: Pulau Natal berada di tengah pantai selatan Jawa atau Samudera Indonesia
Radarbanyuwangi.id – Christmas Island atau Pulau Natal merupakan pulau kecil yang berada di perairan Samudera Indonesia. Luasnya lebih kurang 135 klometer persegi.

Pulau Natal sendiri terbentuk karena aktivitas vulkanik. Menilik dari posisinya, pulau ini berada di selatan Pulau Jawa. Uniknya pulau ini secara administrasi justru masuk dalam wilayah negara Australia.

Pulau ini dihuni oleh ragam etnis mulai dari Eropa, Kepulauan Pasifik, hingga Asia. Tak mengherankan bila pulau ini memiliki keunikan tersendiri baik dari segi budaya hingga  sejarah.

Meskipun memiliki nama Pulau Natal. Tak dinyana mayoritas penduduk pulau ini justru beragama Islam. Hal ini tentu bisa dimaklumi mengingat pulau ini sangat erat kaitannya dengan imigrasi penduduknya. Dimana pulau ini tidak memiliki penduduk asli.

Kebanyakan warganya adalah imigran yang dulu bekerja di pulau itu dan berjuang untuk mendapatkan status kewarganegaraan dari pemerintah Australia.

Bahkan masuk ke dalam daftar hari libur disana. Dari sejarahnya, pulau ini ditemukan pertama kali oleh Kapten William Mynors pada 25 Desember 1643.

Boleh jadi untuk mengabadikan penemuan itu, dia langsung memberi nama dengan Pulau Natal.

Pulau Natal boleh jadi hanya berfungsi sebagai tempat persinggahan bagi kapal yang berpergian antara Asia dan Australia. Pulau ini bahkan sempat diklaim oleh Kerajaan Inggris pada tahun 1887.

Hingga kemudian dipindahtangankan ke Australia pada 1958. Pulau Natal digunakan untuk beberapa tujuan. Salah satunya penambangan endapan fosfat. Dimana hal ini mennjadi sumber mata pencaharian utama bagi penduduknya.

Christmas Island menjadi bagian dari wilayah Australia pada tanggal 1 Oktober 1958. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Wilayah. (*)

Editor : Niklaas Andries
#christmas island #idul adha #budaya #eropa #inggris #Multi etnis #idul fitri #Samudera Indonesia #melayu #islam #australia #asia