RADAR BANYUWANGI – Jalanan Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, dari ujung timur sampai barat dipenuhi orang menyeruput kopi, Rabu malam (6/11).
Mereka duduk di kursi yang telah disediakan warga setempat. Wisatawan domestik Indonesia hingga wisatawan mancanegara berbaur menikmati kopi dan jajanan khas Banyuwangi.
Kehadiran ribuan orang ke Desa Kamiren tadi malam dalam rangka memeriahkan tradisi tahunan, yaitu Ngopi Sepuluh Ewu. Sajian kopi tergelar di setiap halaman rumah warga Desa Kemiren sepanjang 2 kilometer.
Tradisi Ngopi Sepuluh Ewu dihadiri sejumlah pejabat dari lintas elemen. Ada Wakapolresta Banyuwangi Dewa Putu Eka Darmawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dwi Yanto, Plt Kadisbudpar Taufiq Rohman, Kapolsek Glagah AKP Pudji Wahyono, Danramil Glagah, dan perwakilan dari Lanal Banyuwangi. Mereka kompak mengangkat cangkir, lalu menyeruput kopi bersama-sama.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, di sepanjang jalan dengan mengenakan pakaian adat Osing, warga desa menyuguhkan kopi kepada para tamu dengan menggunakan cangkir khusus yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kopi yang disajikan beragam, mulai dari arabika, robusta, hingga house blend. Disajikan pula beragam jajanan tradisional untuk menemani nyeruput kopi.
Festival ini juga memiliki filosofi ”sak corot dadi seduluran”, yang artinya sekali seduh kita bersaudara. Dengan ngopi bersama, warga desa merekatkan tali persaudaraan.
Kepala Desa Kemiren Muhamad Arifin mengatakan, banyak masyarakat dari berbagai daerah di Banyuwangi hadir di acara tersebut.
Event ini dimanfaatkan warga untuk berkumpul dengan kerabatnya. Mereka tampak akrab dan bercengkerama dengan warga desa sambil menyeruput kopi hangat.
”Ngopi Sepuluh Ewu ini digelar bersama dengan perayaan Hari Jadi Desa Kemiren yang diperingati pada tanggal 5 November. Kami sengaja mengundang seluruh masyarakat Banyuwangi dan wisatawan datang ke perayaan Desa Kemiren untuk merasakan kehangatan dan persaudaraan dalam setiap teguk kopi,” ujar Arifin.
Ngopi Sepuluh Ewu merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Desa Kemiren yang ke-167 tahun. Peringatan hari jadi diawali dengan pawai budaya yang diikuti Kepala Desa (Kades) Kemiren Mohammad Arifin pada Selasa (5/11).
Orang nomor satu di Desa Kemiren itu duduk di atas dokar bersama Maestro Gandrung Temu Misti alias Mbok Temuk, lalu mereka diarak keliling kampung.
Arak-arakan dilanjutkan dengan selamatan desa pada pukul 18.00 dan ditutup dengan tradisi Mocoan Lontar pada pukul 21.00 Selasa malam. (cw3/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin