RadarBanyuwangi.id – Sekitar tahun 1980-an hingga akhir tahun 2000-an Pantai Boom Banyuwangi dikenal dengan Taman Hiburan Rakyat (THR).
Pantai Boom ini terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
Saat itu, di kawasan THR Pantai Boom Banyuwangi ini terdapat pemukiman penduduk yang berpofesi sebagai nelayan. Beberapa tempat hiburan juga ada. Seperti biliard, cafe, hingga tempat cangkrukan anak-anak muda.
Pantai Boom Banyuwangi biasanya ramai saat Hari Raya Idul Fitri. Selama 7 hari full, digelar pasar malam di semua jalan di dalam lokasi THR.
Puluhan bahkan ratusan pedagang makanan, pakaian, mainan, berusaha menarik minat ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Banyuwangi.
Tentu saja ada karcis masuk bagi setiap pengunjung yang datang. Tiket ini dikelola oleh kelompok masyarakat yang ada di sekitar Pantai Boom. Seperti Kampung Melayu, Kampung Mandar, dan Kampung Ujung.
Mereka bekerja sama untuk menyambut dan mengibur masyarakat Banyuwangi yang datang berlibur menikmati hari raya Idul Fitri.
Baru sekitar akhir tahun 2000-an, THR mulai ditinggalkan. Banyaknya tempat-tempat wisata baru di Banyuwangi membuat kawasan ini kalah saing. Nama THR pun meredup, hingga kini orang menyebutnya sebagai Pantai Boom, seperti nama sebelum menjadi kawasan Taman Hiburan Rakyat.
Di era Bupati Abdullah Azwar Anas (2010-2015, dan 2016-2021), Pantai Boom revitalisasi besar-besaran.
Penduduk yang bermukin di dalamnya di relokasi ke tempat lain. Pembangunan di kawasan pantai digenjot. Beberapa bibir pantai mulai direklamasi. Bahkan, nama Pantai Boom pun diubah menjadi Pantai Marina Boom hingga kini.
Proses revitalisasi Pantai Marina Boom ini memakan waktu bertahun-tahun. Banyak pihak yang turut ambil bagian dari proses revitalisasi ini. Mulai pemkab sendiri, pelindo, perbankan, bahkan pihak swasta. Harapannya, Pantai Boom benar-benar menjadi kawasan Marina di Banyuwangi.
Kawasan Penting di Banyuwangi Kota
Dahulu, pantai ini merupakan pelabuhan penting yang digunakan untuk angkutan barang, terutama kopra dan hasil tangkapan nelayan.
Saat ini, meskipun aktivitas pelabuhan masih ada, Pantai Boom lebih dikenal sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat, terutama pada akhir pekan.
Pantai Boom dapat diakses dengan mudah dari pusat kota Banyuwangi. Rute yang umum diambil adalah dari Simpang Lima menuju Jalan Dr. Sutomo, lalu ke Taman Blambangan, dan melanjutkan ke Jalan Nusantara.
Terdapat rambu-rambu yang jelas untuk memandu pengunjung menuju pantai.
Aktivitas dan Fasilitas
Pantai ini menawarkan berbagai aktivitas seperti bersantai di tepi pantai, memancing, dan menikmati pemandangan laut.
Terdapat kursi dan payung yang dapat disewa untuk bersantai, serta penyewaan sepeda untuk berkeliling.
Pengunjung juga dapat menikmati kuliner lokal yang dijajakan di sekitar pantai.
Jam Operasional dan Tiket Masuk
Pantai Boom buka setiap hari dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp5.000 per orang untuk pembayaran non-tunai dan Rp7.500 untuk pembayaran tunai.
Keunikan dan Daya Tarik
Pantai Boom memiliki pasir hitam dengan gradasi abu-abu yang berkilau, memberikan keunikan tersendiri dibandingkan pantai lainnya.
Ombak di pantai ini cenderung tenang, sehingga cocok untuk keluarga dan anak-anak.
Terdapat juga jembatan lintas yang menjadi salah satu landmark dan spot foto yang populer di kalangan pengunjung.
Dengan keindahan alam dan berbagai aktivitas yang ditawarkan, Pantai Boom Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan. (*)
Editor : Ali Sodiqin