RadarBanyuwangi.id - Mendapat layanan baru kelas ekonomi new generation pada ulang tahunnya ke-8, Kereta Api (KA) Ranggajati memiliki sejarah operasional yang cukup panjang.
KA Ranggajati, pertama kali diresmikan pada 1 November 2016 di Stasiun Cirebon, dengan mengambil nama dari tokoh sejarah Cirebon, Ki Gede Ranggajati.
Ki Gede Ranggajati merupakan seorang tokoh yang memiliki kontribusi penting dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah tersebut dan turut membangun Kecamatan Sumber, yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Cirebon.
Awalnya, KA ini melayani kelas eksekutif dan bisnis, dengan waktu tempuh sekitar 15 jam 53 menit untuk rute Cirebon-Jember pp.
Acara peresmian KA Ranggajati dihadiri oleh pejabat dari pemerintah Kabupaten dan Kota Cirebon serta pimpinan Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon, menjadikannya salah satu moda transportasi yang penting bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.
Sejak pemberlakuan jadwal kereta atau Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2017, waktu tempuh KA Ranggajati dipersingkat menjadi rata-rata 15 jam.
Kemudian, pada 2021, kecepatan maksimum kereta ditingkatkan dari 90 kilometer per jam menjadi 100 kilometer per jam yang mempercepat waktu tempuh menjadi sekitar 14 jam 5 menit.
Setelah penyesuaian lebih lanjut pada Gapeka 2023, perjalanan KA Ranggajati kini hanya memerlukan waktu rata-rata 13 jam 43 menit, sebuah peningkatan yang signifikan dari waktu tempuh awal.
Pada peringatan delapan tahun operasionalnya, tepatnya 1 November 2024, KA Ranggajati mengalami perubahan besar.
Kelas bisnisnya digantikan oleh kereta ekonomi generasi terbaru (new generation), hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai.
Dengan perubahan ini, penumpang KA Ranggajati dapat menikmati fasilitas yang lebih modern dan nyaman. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi