Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Strategi Ampuh PT KAI Atasi Banjir, 16 Mesin Pompa Siaga di Stasiun Semarang Tawang

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 16 Oktober 2024 | 19:30 WIB
KA Joglosemarkerto melintasi rel yang tergenang air di petak Stasiun Semarang Tawang-Alastua.
KA Joglosemarkerto melintasi rel yang tergenang air di petak Stasiun Semarang Tawang-Alastua.

RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini semakin serius dalam menghadapi ancaman banjir yang kerap melanda Stasiun Semarang Tawang saat musim hujan. 

Langkah preventif yang diambil perusahaan ini adalah dengan memasang 16 mesin pompa air di sekitar kawasan stasiun, sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran operasional kereta api dan kenyamanan penumpang.

Franoto Wibowo, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, menjelaskan bahwa mesin-mesin pompa ini dipasang di tiga area utama stasiun. 

“Kami telah memasang pompa dengan kapasitas yang bervariasi, mulai dari 110 liter hingga 500 liter per menit,” kata Franoto. 

Di area parkir, empat mesin pompa dengan kapasitas 500 liter per menit siap beroperasi untuk menangani genangan air yang sering muncul saat hujan deras.

Teknologi modern juga diterapkan pada pompa-pompa ini, di mana masing-masing mesin dilengkapi sensor otomatis. 

"Pompa akan langsung menyala secara otomatis begitu air mencapai level tertentu, sehingga kami bisa mencegah genangan sebelum menjadi lebih besar dan mengganggu aktivitas di stasiun," jelas Franoto. 

Air yang dipompa dari area stasiun kemudian akan dialirkan ke sungai-sungai terdekat melalui jaringan rumah pompa yang telah tersedia.

Banjir di Stasiun Semarang Tawang bukanlah fenomena baru, dan setiap tahun intensitas hujan yang tinggi selalu menjadi ancaman bagi kelancaran operasional kereta api di wilayah ini. 

Tak jarang, perjalanan kereta terganggu akibat genangan air yang menghambat akses ke stasiun. 

Oleh karena itu, PT KAI merasa perlu untuk mengambil langkah proaktif, salah satunya dengan menambah jumlah dan kapasitas mesin pompa.

Selain itu, Franoto menegaskan bahwa PT KAI tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah. 

"Kami terus bekerja sama dengan pihak pemerintah setempat untuk memonitor situasi dan mengantisipasi ancaman banjir, baik di stasiun maupun area sekitar," ujarnya. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir yang kerap mengganggu aktivitas perkeretaapian di Semarang, terutama saat musim hujan.

Meski Stasiun Semarang Tawang dikenal sebagai salah satu stasiun dengan risiko banjir tinggi, PT KAI tetap optimistis bahwa solusi yang diterapkan ini mampu mengatasi permasalahan tersebut. 

Pemasangan 16 mesin pompa diharapkan bisa meminimalisir dampak buruk yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, sehingga aktivitas kereta api dan penumpang tetap berjalan dengan lancar.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PT KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa transportasi. 

Terlebih, Stasiun Tawang adalah salah satu pintu gerbang utama di Jawa Tengah yang melayani ribuan penumpang setiap hari. 

Dengan adanya upaya antisipasi banjir ini, PT KAI berharap mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang, tanpa khawatir akan gangguan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Dengan sistem pompa air yang otomatis dan kolaborasi erat dengan pemerintah, PT KAI menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga kelancaran operasional di tengah ancaman banjir yang mungkin terjadi. 

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan percaya bahwa setiap langkah preventif telah diambil untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang selama musim hujan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Stasiun Semarang Tawang #banjir #KAI