Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Hadirkan Teknologi Canggih, Bisa Hindari Kerumunan di LRT Jabodebek dengan Crowd Detection System

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 16 Oktober 2024 | 18:51 WIB
Pengguna LRT Jabodebek terus meningkat di Triwulan III 2024.
Pengguna LRT Jabodebek terus meningkat di Triwulan III 2024.

RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru saja mengumumkan peluncuran penuh Crowd Detection System di seluruh stasiun dan trainset LRT Jabodebek, sebuah terobosan teknologi yang diyakini akan meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna. 

Setelah melalui proses uji coba, sistem ini kini siap dioperasikan secara penuh untuk mendukung perjalanan harian masyarakat.

Inovasi terbaru dari KAI ini memberikan akses informasi real-time tentang kepadatan di setiap gerbong kereta dan stasiun. 

Dengan teknologi ini, pengguna LRT Jabodebek dapat memilih trainset atau gerbong yang lebih sepi, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa hadirnya Crowd Detection System merupakan wujud komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik dengan memanfaatkan teknologi canggih. 

Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna LRT.

"Dengan penerapan penuh Crowd Detection System, kami berharap pengguna bisa menikmati perjalanan yang lebih nyaman. Teknologi ini memungkinkan mereka untuk menghindari kerumunan, meningkatkan efisiensi, dan membuat pengalaman bepergian dengan LRT Jabodebek lebih baik," ujar Mahendro.

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna LRT Jabodebek terus meningkat signifikan. 

Berdasarkan data, sejak awal bulan hingga 14 Oktober 2024, tercatat sebanyak 987.338 penumpang telah menggunakan layanan LRT Jabodebek. 

Pada hari kerja, jumlah rata-rata pengguna mencapai 82.298, sementara pada akhir pekan sekitar 41.091 pengguna setiap harinya. 

Tingginya antusiasme ini menjadi bukti bahwa transportasi publik semakin diminati sebagai solusi mobilitas yang aman dan nyaman di wilayah Jabodebek.

Sistem Crowd Detection ini bekerja menggunakan teknologi berbasis kamera CCTV dan pemrosesan gambar canggih yang mampu menghitung jumlah orang di area tertentu secara real-time. 

Data ini kemudian digunakan oleh KAI untuk mengelola arus penumpang, mengurangi kepadatan, dan memastikan perjalanan pengguna berlangsung lancar di seluruh area operasional LRT Jabodebek.

Mahendro juga menegaskan bahwa KAI berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang mengutamakan kenyamanan serta keamanan para pengguna. 

Dengan sistem deteksi kerumunan ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, menghindari kepadatan, dan merasa lebih aman selama di perjalanan.

"Inovasi ini adalah langkah nyata kami dalam memberikan pelayanan yang berdampak positif bagi para pengguna. Kami yakin dengan layanan yang semakin canggih dan nyaman, LRT Jabodebek akan menjadi pilihan utama transportasi publik bagi masyarakat," jelas Mahendro.

Sebagai perusahaan yang terus berkembang, KAI tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga berupaya memastikan kenyamanan pengguna dari berbagai sisi. 

Kehadiran teknologi seperti Crowd Detection System adalah salah satu bukti nyata bagaimana KAI memprioritaskan kebutuhan pengguna dalam setiap inovasi yang dihadirkan.

Dengan sistem terbaru ini, masyarakat diharapkan semakin merasa aman dan nyaman dalam menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan utama transportasi sehari-hari, terutama di tengah padatnya aktivitas perkotaan. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lrt jabodebek #KAI #Crowd Detection System