RadarBanyuwangi.id – Koleksi pendukung destinasi wisata Bangsring Underwater, Wongsorejo, Banyuwangi, bertambah.
Yang terbaru, wisata bawah laut ini dilengkapi dengan patung Gajah Mada dan belasan patung replika dari kejayaan Kerajaan Majapahit dan monumen patung Mas Bagus Wangsakarya.
Belasan patung kesatria Majapahit itu ditenggelamkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Kamis (10/10).
Orang nomor satu di Jatim itu sekaligus meresmikan koleksi baru destinasi wisata bawah laut yang dikelola Bangsring Underwater.
Deretan patung tersebut diberi nama Majapahit’s Warrior Underwater yang diproyeksikan menjadi wahana bawah laut di Pantai Bangsring.
Wisatawan yang berkunjung ke sana bisa menikmati pemandangan patung-patung tersebut saat diving atau snorkeling.
Selain itu, wisatawan bisa menyaksikan deretan patung yang dijajar mirip tampilan Atlantico Underwater Museum di Spanyol.
Di depan jajaran patung Majapahit’s Warrior Underwater, ada dua gapura bernuansa Majapahit yang menambah nilai kolosalnya.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan, Majapahit’s Warrior Underwater akan menjadi ikon spot tourism baru yang belum begitu banyak di Jawa Timur.
Penenggelaman belasan patung kesatria Majapahit tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-79 Jatim. Selain patung Majapahit’s Warrior Underwater, ada monumen patung Mas Bagus Wangsakarya atau Buyut Cungking yang diletakkan di atas daratan.
”Patung-patung yang ditenggelamkan bukan sekadar fasilitas penunjang wisata, tapi sekaligus memiliki nilai edukasi sejarah. Itulah sebabnya tema kerajaan Majapahit kita angkat sebagai diorama bawah laut,” beber Adhy
Jawa Timur dikenal sebagai Bumi Majapahit. Karena itu, Pemprov Jatim mewujudkan sesuatu yang betul-betul riil dengan adanya diorama patung yang menggambarkan kejayaan Majapahit sebagai penguasa nusantara pada zamannya.
Adhy menjelaskan, penambahan fasilitas wisata itu dilakukan untuk mendorong kunjungan wisata ke Jatim khususnya ke Banyuwangi.
Apalagi, saat ini pariwisata di Jawa Timur tengah menggeliat dengan didukung 1.369 destinasi wisata.
”Jumlah kunjungan wisatawan Jatim meningkat 77,33 persen dari tahun 2023 sampai September 2024. Sektor ini bisa membawa kekuatan ekonomi baru bagi kabupaten-kabupaten yang memiliki potensi wisata,” imbuhnya.
Selain 14 patung kesatria Majapahit dan satu patung Gajah Mada, Pj Gubernur Jatim juga meresmikan monumen Mas Bagus Wangsakarya atau yang selama ini dikenal dengan nama Buyut Cungking.
Tokoh tersebut akan melengkapi bagaimana perjalanan sejarah masa lalu kejayaan Majapahit dan Blambangan di Bangsring Underwater.
Adhy menambahkan, dipilihnya Bangsring Underwater sebagai tempat peletakan patung Majapahit’s Warrior Underwater bukan tanpa alasan.
Menurut dia, Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang maju dari sisi pariwisata.
”Banyuwangi kami lihat perekonomiannya ditopang dengan wisatanya. Sementara Pantai Bangsring ini manajemennya bagus dan memang tempat yang betul-betul terkenal sebagai underwater,” imbuhnya.
Plt Bupati Banyuwangi Sugirah menambahkan, selain Majapahit’s Warrior Underwater, keberadaan monumen Mas Bagus Wangsakarya atau yang dikenal sebagai Buyut Cungking memberikan kesan sejarah Banyuwangi yang kuat.
Tokoh Banyuwangi itu dipercaya memiliki kesaktian dan merupakan penasihat Prabu Tawangalun pada masa Kerajaan Blambangan.
”Hari ini kita meresmikan dua monumen yang berarti bagi sejarah identitas kita.
Peresmian ini bukan sekadar acara simbolis, melainkan juga merupakan langkah besar dalam memperkuat semangat persatuan kolaborasi dan memajukan sektor pariwisata,” kata Sugirah.
Pemkab Banyuwangi berterima kasih kepada Pemprov Jatim yang mendorong kemajuan pariwisata di Banyuwangi dengan peresmian tersebut.
Sugirah berharap Majapahit’s Warrior Underwater dan monumen Mas Bagus Wangsakarya bisa mendorong kunjungan wisata di Pantai Bangsring agar semakin meningkat.
Peresmian patung Majapahit dan Buyut Cungking juga dihadiri Konjen Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi.
Kenichi mengatakan, Banyuwangi merupakan salah satu tujuan wisatawan asal Jepang, yaitu TWA Kawah Ijen.
”Karena ada spot patung Majapahit, mungkin wisatawan akan tambah satu hari atau satu malam untuk stay di sini. Mereka akan menikmati keindahan pemandangan laut, sekalian bisa mempelajari sejarah Indonesia, khususnya Majapahit,” kata Takeyama.
Juru pemelihara makam Buyut Cungking, Jam’i Abdul Gani menuturkan, sebelum didirikan monumen Mas Bagus Wangsakarya, dia terlebih dahulu melakukan ritual di petilasan.
Jam’i meminta petunjuk kepada leluhurnya apakah berkenan dijadikan patung yang diletakkan bawah di destinasi wisata Bangsring Underwater.
”Kita takut salah, ternyata (Buyut Cungking) memberikan petunjuk mau,” ujarnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin