Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengunjung Kawah Ijen Tetap Wajib Bawa Surat Sehat, Begini Alasannya

Lugas Rumpakaadi • Senin, 30 September 2024 | 17:27 WIB
IKONIK: Panorama danau sulfur berwarna biru tosca serta asap putih dari sulfatara di Kawah Gunung Ijen Banyuwangi.
IKONIK: Panorama danau sulfur berwarna biru tosca serta asap putih dari sulfatara di Kawah Gunung Ijen Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Wisatawan yang ingin mengunjungi Kawah Gunung Ijen Jawa Timur, wajib membawa surat sehat.

Namun hingga kini, di kawasan Paltuding belum tersedia klinik kesehatan yang berhak mengeluarkan surat sehat.

Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mengharuskan setiap pendaki membawa surat keterangan sehat dari dokter.

Hal ini sebagai upaya untuk memastikan pengunjung dalam kondisi fisik yang prima sebelum melakukan pendakian.

Surat keterangan sehat tersebut harus ditunjukkan saat wisatawan menukarkan barcode booking dengan tiket pendakian.

Ada enam syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi calon pendaki saat melakukan pemesanan tiket di laman Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Salah satu syarat utama adalah wisatawan harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit asma atau penyakit jantung.

Serta menunjukkan surat sehat dari dokter. Penting untuk dicatat, pihak pengelola tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa pendaki, termasuk cedera atau kematian.

Selain itu, tiket yang dibeli juga tidak mencakup asuransi. Jadi pengunjung Kawah Ijen diimbau untuk berhati-hati dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Aturan baru ini diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi fisik pendaki yang kurang baik.

Wisatawan domestik cenderung tidak mengakui kondisi kesehatan mereka yang sebenarnya sebelum mendaki.

Ini berbeda dengan wisatawan mancanegara, yang lebih terbuka soal kondisi fisik mereka.

Sebagai langkah antisipasi, pengelola TWA Kawah Ijen juga berencana menyediakan klinik atau pos kesehatan di sekitar lokasi pendakian.

Klinik ini akan melayani pendaki yang belum membawa surat keterangan sehat.

Rencananya pos kesehatan akan dikelola secara bergantian antara Puskesmas Sempol, Ijen (Bondowoso), dan Licin (Banyuwangi).

Namun hingga kemarin (28/9), klinik tersebut masih belum beroperasi. Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di kawasan Paltuding, bangunan calon klinik tersebut masih dalam tahap persiapan.

Meski demikian, para pendaki tetap disarankan untuk menyiapkan surat keterangan sehat dari rumah. Pemeriksaan di klinik terdekat, dilakukan pada hari yang sama untuk pendakian.

Hal ini untuk menghindari antrean pemeriksaan di lokasi dan memastikan perjalanan mendaki Kawah Ijen berjalan lancar tanpa kendala.

‘’Sebelum mendaki dua pekan lalu, saya periksa kesehatan dulu sebelum berangkat ke Ijen. Saat itu, yang diperiksa mulai dari tekanan darah, saturasi, serta diukur tinggi badan dan berat badan,’’ jelas Gusti Prayogo, 28, warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#tiket #wisatawan #bondowoso #kawah ijen #klinik #Surat Sehat #Surat dokter #surat keterangan #banyuwangi #gunung ijen #Sempol #puskesmas