RadarBanyuwangi.id – Gunung Ranti merupakan gunung terdekat dengan Kawah Ijen Banyuwangi.
Dulu jarang dijamah, kini gunung dengan ketinggian 2.601 meter di atas permukaan laut (dpl) itu jadi jujukan alternatif pendakian.
Lokasi Gunung Ranti berada di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.
Ini menjadikannya salah satu tujuan favorit bagi para pendaki dan pencinta alam.
Gunung ini memiliki bentuk kerucut dengan puncak yang sedikit meruncing, menawarkan panorama alam yang menakjubkan, terutama saat mencapai puncaknya.
Di atas sana, pengunjung akan merasa seperti berada di atas samudera awan, memberikan sensasi yang sulit dilupakan.
Gunung Ranti terletak di barat daya Gunung Merapi (di Jawa Timur) dan Gunung Ijen, mengelilingi wilayah Bumi Blambangan dengan megah.
Pemandangan saat matahari terbit menjadi salah satu daya tarik utama gunung ini.
Ketika cuaca cerah, langit yang berwarna jingga dengan awan-awan yang melayang lembut di langit menciptakan pemandangan yang menyerupai lukisan alam.
Meskipun menawarkan pemandangan yang memukau, pendakian ke puncak Gunung Ranti membutuhkan usaha lebih.
Jalurnya terkenal lebih terjal dibandingkan jalur pendakian menuju Kawah Ijen, tetapi tetap ramah bagi wisatawan umum.
Para pendaki dapat memulai perjalanan mereka dari titik awal yang berada sekitar 50 meter dari Paltuding, yang juga merupakan pintu masuk pendakian ke Kawah Ijen.
Terdapat dua jalur yang bisa dipilih oleh wisatawan untuk mencapai Gunung Ranti, yaitu jalur dari arah Banyuwangi atau Bondowoso.
Jika datang dari Banyuwangi, pengunjung bisa menuju Desa Jambu dan mengikuti petunjuk arah menuju Ijen.
Sementara bagi yang datang dari Bondowoso, perjalanan dapat ditempuh melalui Desa Sumberwringin dan kemudian melewati Desa Sempol, di mana akses ke Gunung Ranti sudah tersedia dengan jelas.
Bagi mereka yang ingin merasakan sensasi bermalam di alam terbuka, Gunung Ranti menawarkan area camping ground yang luas dan dapat menampung puluhan tenda.
Tidur di bawah langit terbuka dengan udara pegunungan yang segar memberikan pengalaman tersendiri.
Namun, perlu diingat untuk mempersiapkan perbekalan logistik dengan matang, termasuk makanan dan pakaian hangat, karena suhu di sana sangat dingin dan angin yang bertiup cukup kencang.
Menyalakan api unggun di malam hari bisa menjadi cara yang tepat untuk menikmati suasana tenang dan sejuk di atas gunung, sambil merasakan keindahan alam yang sulit dilupakan. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin