RadarBanyuwangi.id – Lapangan parkir Paltuding Rest Point di ketinggian 1850 meter dari permukaan laut (dpl), jadi tempat favorit pengunjung untuk berkemah.
Setelah itu, mereka berangkat mendaki dini hari untuk menyaksikan blue fire Kawah Ijen.
Semua aktivitas menjelang pendakian ke Kawah Gunung Ijen dimulai dari kawasan Paltuding.
Mulai parkir, makan minum, pengecekan tiket dan surat kesehatan, sampai aktivitas menginap alias berkemah.
Aktivitas berkemah semakin yang dilakukan masyarakat kian meningkat di Paltuding.
Selain berkunjung ke Ijen untuk melihat fenomena api biru (blue fire) di malam hari, mereka juga menikmati suasana alam pegunungan di Paltuding.
Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu misalnya, Gunung Ijen menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan.
Terutama saat malam pergantian tahun. Puluhan wisatawan mancanegara dan ribuan pendaki memadati kawasan gunung tersebut, terutama pada malam tahun baru 2023 menuju 2024.
Data dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menunjukkan pada tahun baru lalu, sebanyak 71 turis asing mendaki Gunung Ijen.
Jumlah keseluruhan pendaki di malam pergantian tahun saat itu tercatat 2.083 orang.
Di area parkir Paltuding, terdata ada 530 kendaraan roda dua dan 202 kendaraan roda empat yang terparkir. Ini menunjukkan tingginya antusiasme pengunjung.
Tidak hanya para pendaki, tetapi juga banyak wisatawan yang memilih bermalam di area perkemahan Paltuding di malam tahun baru lalu.
Jumlah pengunjung kali ini dilaporkan lebih tinggi dibandingkan liburan tahun sebelumnya.
Salah satu alasan meningkatnya minat adalah fasilitas perkemahan di Paltuding yang masih bebas biaya alias gratis.
Meski ramai, pengelola tetap melakukan imbauan agar wisatawan menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, termasuk larangan menyalakan flare serta instruksi mematikan api unggun setelah digunakan.
Peringatan khusus juga diberikan bagi wisatawan yang memiliki riwayat asma atau penyakit jantung agar tidak memaksakan diri untuk mendaki ke puncak Kawah Ijen. (gas/bay)
Editor : Ali Sodiqin