RadarBanyuwangi.id – Jalan kaki mendaki gunung (trekking) tak hanya membutuhkan stamina yang prima.
Perbekalan yang cukup dan menu yang sesuai sangat mendukung keberhasilan pendakian.
Urusan kesehatan dan kondisi fisik dalam mendaki Gunung Ijen sudah dilakukan pengecekan oleh petugas Taman Wisata Alam (TWA) Ijen.
Setiap pendaki Gunung Ijen Banyuwangi wajib mengantongi surat keterangan kondisi kesehatan terkini.
Sedangkan urusan perbekalan atau logistik pendaki, tentu menjadi tanggung jawab pendaki masing-masing. Nah, untuk mendaki Gunung Ijen sejatinya tidak terlalu sulit.
Urusan logistik bisa didapat di tengah jalan. Karena di tengah rute trekking menuju puncak, ada warung yang menyediakan banyak jenis makanan.
Meski begitu, berbagai makanan yang tersedia, terutama makanan instan tidak berdampak bagus dalam jangka panjang.
Karena itu, tetap disarankan pendaki membawa bekal yang bergizi.
Terutama yang menyokong pemenuhan energi dengan sangat cepat. Salah satu menu yang cocok untuk pemenuhan ini adalah buah pisang.
‘’Pisang sangat bagus untuk memenuhi energi dalam jangka cepat. Banyak peserta balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen yang mengandalkan pasokan energi dari buah pisang,’’ ujar Manager Event Jawa Pos Radar Banyuwangi, Gerda Sukarno.
Selain itu, ada juga olahan pisang yang lebih simpel dan praktis yakni sale pisang. Makanan ini sudah menjadi jajanan khas Banyuwangi dan sering jadi buah tangan (oleh-oleh).
Kandungan gizi sale pisang ini juga masih tetap tak jauh beda dengan buah pisang asli.
Hanya bedanya, kadar airnya sudah lebih berkurang. Sehingga, dalam potongan kecil sale pisang ini sudah cukup cepat untuk mendorong jadi energi selama trekking.
‘’Ada sale pisang yang potongan kecil. Ini cepat jadi energi dan juga menyehatkan,’’ imbuhnya. (bay)
Editor : Ali Sodiqin