Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mini Marina Grand Watudodol Banyuwangi Dilengkapi Breakwater Bantu Aktivitas Perahu Wisata, Ditarget Tuntas Tahun Depan

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 13 September 2024 | 11:15 WIB
PENAHAN OMBAK: Alat berat mengeruk tanah untuk pembangunan breakwater di dekat kawasan wisata GWD di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (12/9).
PENAHAN OMBAK: Alat berat mengeruk tanah untuk pembangunan breakwater di dekat kawasan wisata GWD di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (12/9).

RadarBanyuwangi.id – Pembangunan dermaga dan breakwater di sebelah utara kawasan wisata Grand Watudodol (GWD) Banyuwangi ditargetkan bisa tuntas dalam waktu dekat.

Pembangunan yang diproyeksikan untuk membantu aktivitas perahu wisata sekaligus memberantas sarang nyamuk malaria itu ditargetkan selesai tahun depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Guntur Priambodo mengatakan, pemkab mendorong pembangunan penahan ombak di sisi utara GWD.

Kawasan tersebut butuh dermaga kecil sebagai tempat bersandarnya perahu-perahu wisata. Pemilik perahu kerap kesulitan menaikkan penumpang tujuan Pulau Tabuhan dan Menjangan akibat ombak tinggi.

Dengan adanya penahan ombak dan pembangunan tangkis ke area muara, diharapkan wisatawan bisa memanfaatkan sebagai lokasi dermaga.

Mereka tak perlu terganggu dengan kondisi ombak di pinggir pantai.

”Kami buat dermaganya, aliran airnya masuk. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan bagaimana kita membantu pengembangan pariwisata di GWD,” kata Guntur.

Di samping, lanjut Guntur, ada permasalahan lain yang terjadi di sekitar muara GWD. Air menggenang di muara hingga memicu penumpukan sedimentasi.

Kondisi seperti itu lama kelamaan menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

”Gara-gara penyumbatan aliran sungai ke muara, tiga tahun lalu terjadi kasus malaria,” imbuh Guntur.

Pembangunan mini marina GWD tersebut menggunakan anggaran dari APBD Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan.

Guntur menyebut, pembangunan dermaga dan breakwater sudah sesuai dengan fungsi dan tugas pokok Dinas PU Pengairan.

Nantinya, untuk pengelolaan dermaga akan diserahkan kepada Pokdarwis yang saat ini mengelola destinasi wisata GWD.

”Proyek ini dikerjakan dua tahap di dua tahun anggaran, jadi tahun depan selesai,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari GWD Abdul Aziz mengatakan, pembangunan breakwater akan menjadi mini marina di GWD.

Selain perahu bisa bersandar di area air yang tenang, lokasi tersebut bisa menjadi tempat beristirahat wisatawan sebelum atau sesudah menggunakan jasa perahu wisata.

Aziz menambahkan, perahu yang melayani rute GWD ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan cukup diminati wisatawan.

Pada hari biasa ada 50 sampai 100 orang yang menggunakan jasa perahu wisata. Sedangkan pada akhir pekan jumlahnya bisa mencapai 400 orang.

”Proyek breakwater akan sangat membantu pengembangan GWD. Selain itu tempat itu akan dialiri air asin jadi aman dari jentik nyamuk,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#breakwater #perahu wisata #Grand Watudodol #dermaga #banyuwangi #GWD