RadarBanyuwangi.id - Operasional Kereta Api (KA) Mutiara Timur rute Ketapang-Surabaya Pasar Turi pada Minggu (1/9) sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.
Selama masa libur Idul Adha dan libur sekolah 2024, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan kelas ekonomi new generation dan eksekutif untuk digunakan KA Mutiara Timur.
Namun, kali ini, KA Mutiara Timur membawa kereta kelas eksekutif dan bisnis, selayaknya rangkaian pada 1996 hingga 2019.
KA Mutiara Timur beberapa kali memang berganti-ganti rangkaian dan kelasnya, bahkan sempat mendapat rangkaian kelas eksekutif dan ekonomi premium berbahan baja nirkarat baru buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tahun 2018.
Bagi yang sering menggunakan KA sebagai sarana transportasi, tentu sudah tidak asing dengan kereta kelas bisnis.
Kereta kelas ini berkapasitas 64 penumpang dengan formasi tempat duduk 2-2 yang bisa diatur searah jalan KA.
Hanya saja, kereta kelas bisnis, sandaran kursinya belum bisa diatur kemiringannya.
Meskipun demikian, kursi kelas bisnis sangat empuk dengan busa yang cukup tebal dan nyaman untuk perjalanan jauh.
Keberadaan kereta kelas bisnis kini tergolong cukup langka, terutama sejak hadirnya sarana kereta baru dan tidak adanya produksi baru untuk kelas ini.
Wacana penghapusan kereta kelas bisnis ini sudah mulai ada sejak era Direktur Ignasius Jonan yang ingin menyederhanakan kelas kereta dari 3 menjadi hanya 2 saja.
Realisasinya, sejak tahun 2016, perlahan-lahan kereta kelas bisnis mulai dikurangi.
Di wilayah Daerah Operasional (Daop) 9 Jember saja, kini hanya ada KA Ranggajati (Jember-Cirebon pp), KA Logawa (Jember-Purwokerto pp), dan KA Mutiara Timur (Ketapang-Surabaya Pasar Turi pp) saja yang menggunakan kereta kelas bisnis. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi