Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi Taufik Rohman mengakui penutupan TWA Ijen cukup berpengaruh pada kunjungan wisatawan.
Biasanya setelah dari Gunung Bromo, wisatawan melanjutkan ke Ijen. Begitu mengetahui Ijen ditutup, mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Bali.
Selama ini wisatawan Ijen jumlahnya cukup banyak. Jika diambil rata-rata, dalam sehari ada sekitar 700 wisatawan yang mendaki Ijen. Jumlah tersebut bisa bertambah saat weekend, yakni sekitar 1.500 wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Perbandingan wisman dengan wisatawan lokal tujuan Ijen bisa 50:50. Yang paling banyak dari Tiongkok karena menyukai gunung, hutan, dan perbukitan,” jelas Taufik.
Supaya wisatawan tetap berkunjung ke Banyuwangi, Disbudpar sudah melakukan langkah promosi dengan menawarkan destinasi wisata alam seperti Djawatan, Pulau Merah, Alas Purwo, Baluran, dan spot-spot lainnya.
”Untuk promo wisata, kami juga bekerja sama dengan media sosial di daerah lain yang banyak follower-nya. Supaya tahu destinasi wisata yang dimiliki Banyuwangi bukan hanya Ijen,” tandas Taufik. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries