Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah wisatawan yang biasanya memilih berwisata ke Banyuwangi setelah melakukan perjalanan dari Jogjakarta atau Bromo, kini banyak yang melanjutkan perjalanan ke Bali.
Salah satunya Natasha, 29, wisatawan mancanegara (wisman) asal Rusia. Dia mengaku memilih melanjutkan perjalanan ke Bali setelah mengetahui Kawah Ijen masih ditutup.
Natasha bersama beberapa temannya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api dari Probolinggo sebelum kemudian menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. ”Rencananya setelah dari Bromo, kami hendak ke Ijen. Karena tutup, kami langsung ke Bali,” ujarnya.
Ketua DPC HPI Banyuwangi Andika Rahmat Hidayat mengatakan, tren wisatawan yang memilih langsung ke Bali terjadi pascapenutupan Ijen yang terjadi hampir sebulan lalu.
Terutama untuk tamu-tamu yang tidak memilih paket wisata seperti backpacker. Mereka akan langsung melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Bali. ”Sebenarnya ini merugikan. Biasanya mereka ke Banyuwangi dulu, sekarang langsung ke Bali,” kata Andika.
Jika dipersentase, penurunan angka wisatawan bisa mencapai 50 persen akibat penutupan Ijen. Beruntung masih ada beberapa wisatawan yang menggunakan jasa agen sehingga paket wisata yang biasanya menyertakan Ijen bisa dialihkan ke lokasi wisata lain yang sama-sama menarik. Seperti Baluran, Alas Purwo, Pulau Merah, Djawatan, dan Sukamade.
Wisatawan juga ditawari paket menarik lainnya seperti cycling dan tracking di beberapa kawasan wisata di Banyuwangi. Dengan begitu, mereka tetap betah berwisata di Banyuwangi.
”Perlu ada promosi tambahan di lokasi selain Ijen. Mereka yang di luar akan tahu kalau Banyuwangi tidak hanya Ijen. Kemarin saat paket dialihkan ke Baluran juga cukup ramai,” jelas Andika.
Fenomena wisatawan yang langsung memilih eksodus ke Bali juga menarik perhatian Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono. Dia mengatakan, Banyuwangi melalui Disbudpar seharusnya bisa menangkap kondisi tersebut agar wisatawan tak langsung lari ke Bali.
”Kalau menunggu Ijen buka, kita tidak tahu sampai kapan karena ini fenomena alam. Keselamatan menjadi prioritas,” tegas politikus dari Partai Golkar itu. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries