Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Buruk Hantui Penyeberangan Selat Bali, ASDP Ketapang Banyuwangi Imbau Penumpang Perhatikan Waktu Penyeberangan: Disarankan Pagi-Sore  

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 31 Juli 2024 | 05:19 WIB
LOW SEASON: Satu unit mobil masuk area Pelabuhan Ketapang Senin (29/7) 
LOW SEASON: Satu unit mobil masuk area Pelabuhan Ketapang Senin (29/7) 

Radarbanyuwangi.id - Masyarakat yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Bali maupun sebaliknya harus jeli memilih waktu keberangkatan. Sebab, cuaca buruk kerap melanda perairan Selat Bali akhir-akhir ini. Hal itu mengakibatkan otoritas setempat terpaksa melakukan buka-tutup pelabuhan.

General Manager (GM) ASDP Ketapang Syamsudin mengatakan, beberapa hari terakhir kondisi cuaca beberapa kali menghambat lalu lintas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Bahkan, perubahan cuaca secara mendadak di Selat Bali kerap membuat pihak Koordinator Satuan Pelayaran (Korsatpel) Ketapang harus melakukan penutupan pelabuhan secara tiba-tiba.

Karena itu, Syamsudin mengimbau agar pengguna jasa penyeberangan bersabar apabila sewaktu waktu terjadi penutupan. Mereka diminta tetap mengikuti arahan dari petugas pelabuhan. Di samping itu, pengguna jasa juga bisa memantau kondisi pelabuhan melalui situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang kondisi cuaca di Selat Bali.

Syamsudin mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk maupun sebaliknya untuk memanfaatkan layanan jasa penyeberangan pada pagi sampai sore. Jika harus menyeberang di malam hari, dia mengimbau para penumpang kapal tetap mematuhi aturan dari petugas.

Beruntung, imbuh Syamsudin, cuaca yang kerap mengakibatkan penyeberangan terhambat kali ini terjadi saat low season angkutan penyeberangan. ”Jadi, jumlah kendaraan tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Banyuwangi Yustoto Windiarto mengatakan, fluktuasi kecepatan angin yang berdampak pada gelombang tinggi di Selat Bali masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan.

Karena itu, dia juga meminta petugas pelabuhan untuk terus meng-update kondisi cuaca secara real time guna mengantisipasi perubahan cuaca. ”Kondisi ini dipengaruhi kondisi suhu di Australia, anginnya bergerak ke arah Indonesia Timur, termasuk Selat Bali,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Ketapang #pulau jawa #lintasan #bali #ketapang-gilimanuk #penumpang kapal #cuaca buruk #asdp ketapang #bmkg #selat bali #banyuwangi #buka tutup