RadarBanyuwangi.id – Aktivitas Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen masih ditutup total, Rabu (24/7).
Aktivitas vulkanik masih terus berlangsung, bahkan kawah menyemburkan gas beracun. Danau kawah juga dalam kondisi keruh.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III pada BBKSDA Jatim Purwantono menjelaskan, aktivitas mikrotremor teredam dengan amplitudo dari 1–10 milimeter (mm) atau dominan 4 mm.
Fenomena ini perlu diwaspadai karena muncul gas berbahaya dari danau kawah.
”Status TWA Ijen sampai saat ini masih waspada, terutama potensi longsor bibir kawah,” jelasnya.
Purwantono memaparkan, untuk aktivitas vulkanik dangkal dengan kekuatan amplitudo 10 mm per 8 detik.
Sedangkan vulkanik dalam, berkekuatan 14 mm amplitudo dalam durasi 11 detik.
”Untuk tekanan tektonik jauh 9 mm per 14 detik dengan durasi sekitar 44 detik. Jadi, masih sangat berbahaya,” paparnya.
Ditambah lagi, danau kawah masih keruh. Keruhnya danau kawah menandakan material endapan dimobilisasi oleh bualan yang masih berlangsung.
”Selain adanya mobilisasi bualan, gas beracun masih keluar dan cukup berbahaya. Jarak aman dari kawah 1.500 meter,” tegas Purwantono. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin