Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI dan Kementerian ESDM Uji Coba B40 untuk Kereta Api di Yogyakarta

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 25 Juli 2024 | 03:20 WIB
KAI, Kementerian ESDM, dan LEMIGAS mulai menguji coba bahan bakar nabati B40 di sejumlah kereta pembangkit.
KAI, Kementerian ESDM, dan LEMIGAS mulai menguji coba bahan bakar nabati B40 di sejumlah kereta pembangkit.

RadarBanyuwangi.id – Wacana penggunaan bahan bakar nabati ramah lingkungan untuk kereta api sudah mulai terealisasi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai uji coba penerapan bahan bakar B40 pada kereta api, bertempat di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada Senin (22/7). 

Uji coba ini melibatkan KA Bogowonto yang melayani rute Lempuyangan - Pasar Senen.

B40, yang merupakan campuran 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati dari kelapa sawit, diharapkan mampu mengurangi penggunaan solar dan menurunkan emisi gas buang secara signifikan.

“KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penggunaan bahan bakar B40 pada transportasi kereta api. Ini sejalan dengan tujuan kami untuk menyediakan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” kata VP Public Relations KAI, Anne Purba.

Saat ini, KAI telah menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35.

Pengalaman penggunaan B35 menunjukkan bahwa performa mesin kereta api tetap optimal.

Oleh karena itu, KAI optimis bahwa peralihan ke B40 akan berjalan lancar karena spesifikasi keduanya sangat mirip.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, uji kinerja terbatas ini bertujuan untuk menguji ketahanan genset KA Bogowonto selama 1.200 jam.

Dengan waktu perjalanan pulang-pergi (PP) KA Bogowonto dari Lempuyangan ke Pasar Senen sekitar 22 jam, diperkirakan akan membutuhkan sekitar 50 kali PP atau sekitar dua bulan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

"Kami berharap semua pengujian dapat selesai pada Desember ini sehingga penggunaan penuh B40 dapat diterapkan pada tahun 2025," ujar Eniya.

Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Mustafid Gunawan menyatakan, uji coba ini dilakukan untuk menguji bahan bakar pada mesin lokomotif dan genset kereta api.

Uji coba pada mesin lokomotif dilakukan pada kereta barang rute Jakarta – Surabaya, sedangkan uji genset dilakukan pada KA Bogowonto rute Lempuyangan - Pasar Senen.

Untuk mendukung uji coba ini, KAI telah membangun fasilitas pencampuran (blending) dan pengisian bahan bakar di lima lokasi, yaitu Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Pasar Turi (Surabaya). (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pt kai #Lemigas #nabati #bahan bakar #kementerian esdm #Kereta Api