RadarBanyuwangi.id - Belum lama ini, sebuah video yang menunjukkan sekelompok ibu-ibu bernyanyi dengan suara lantang di dalam kereta ekonomi menjadi viral di media sosial.
Video yang diunggah di X memperlihatkan ibu-ibu tersebut dengan antusias melantunkan sholawat, lengkap dengan gerakan tangan yang melambai-lambai.
Aksi ini, meski bernyanyi sholawat, menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang menganggap perilaku tersebut mengganggu kenyamanan penumpang lain yang ingin menikmati perjalanan dengan tenang.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) merespons cepat isu viral ini.
Dalam keterangan resmi, KAI mengkonfirmasi kejadian tersebut terjadi pada KA (241) Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan pada Jumat (12/7), tepatnya di kereta ekonomi 6.
Petugas kondektur dan Polsuska yang bertugas segera bertindak dengan memanggil koordinator rombongan dan memberikan penjelasan serta arahan untuk menjaga ketenangan.
Setelah itu, suasana dalam kereta kembali kondusif.
VP Public Relations KAI Anne Purba mengimbau seluruh pelanggan untuk saling menghormati dan menghargai sesama penumpang agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
"Pelanggan dilarang bersuara keras di dalam kereta api, baik saat berbicara langsung maupun melalui telepon. Suara keras dari alat elektronik juga tidak diperkenankan," tegasnya.
Anne juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan, menjaga ketertiban, serta menjaga fasilitas kereta api dan stasiun sebagai fasilitas umum.
Bagi penumpang yang merasa tidak nyaman selama perjalanan, KAI menyediakan jalur pengaduan melalui petugas kondektur yang nomornya tertera di setiap kabin, serta berbagai kanal resmi seperti media sosial KAI, email, WhatsApp, dan telepon.
"Kami berharap semua pelanggan mematuhi aturan saat menggunakan layanan kereta api, sehingga perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan," pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi