Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Status Naik Waspada, Pendakian Ijen Ditutup: Dilarang Mendekati Areal Kawah dalam Radius 1,5 Km

Bagus Rio Rohman • Senin, 15 Juli 2024 | 04:47 WIB

PINTU MASUK DITUTUP: TWA Kawah Ijen ditutup karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mpdl tersebut.
PINTU MASUK DITUTUP: TWA Kawah Ijen ditutup karena terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mpdl tersebut.
Radarbanyuwangi.id - Aktivitas wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Ijen untuk sementara ditutup total. Penutupan dilakukan menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik di gunung yang memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mpdl) tersebut.

Penutupan dilakukan sejak Jumat (12/7) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Perintah penutupan disampaikan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur sesuai Surat Edaran (SE) nomor 1289/K2/BIDTEK.1/KSA/07/2024.

Dalam SE tersebut, dijelaskan bahwa penutupan dilakukan karena adanya kenaikan aktivitas Ijen yang dikeluarkan oleh Badan Geologi. Dalam surat yang dikeluarkan Badan Geologi nomor 965.Lap/GL.03/BGV/2024 tertulis bahwa status Ijen naik dari level I (normal) menjadi level II (waspada) per Jumat (12/7) pukul 22.00.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Dwi Putro Sugiarto membenarkan kabar tersebut. Menurut Dwi, peningkatan aktivitas vulkanik Ijen disebabkan oleh peningkatan energi seismik.

”Sejak 1 Januari 2023, rekaman RSAM menunjukkan pola yang berfluktuasi dan cenderung meningkat, meskipun kecil. Energi seismik secara umum berfluktuatif dan perlahan meningkat sejak 2023,” bebernya.

Pada 12 Juli, peningkatan energi naik cukup signifikan teramati bersamaan dengan membesarnya amplitudo tremor menerus.

”Meskipun pada umumnya kegempaan berfluktuasi normal, namun sejak tanggal 12 Juli 2024 pukul 17.00–21.00, rekaman gempa tremor meningkat fluktuatif dengan amplitudo 5–25 milimeter (mm). Dan sejak sekitar pukul 21.10 rekaman gempa tremor dengan amplitudo kurang lebih 46 mm (overscale),” jelas Dwi.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Ijen pada saat ini yaitu gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah. Hal itu, berasal dari aktivitas solfatara di dinding Kawah Ijen dan juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan.

”Potensi lain yakni erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah maupun erupsi freatik, bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan,” ungkap Dwi.

Secara visual warna air kawah normal, yakni berwarna hijau toska. Tidak terjadi perubahan warna air kawah, tidak tampak adanya bualan gas di permukaan air, serta suhu air kawah masih normal yaitu 34 derajat Celsius.

”Pada periode 1 Juni–12 Juli 2024, jumlah gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam cenderung menurun. Sedangkan jumlah gempa lainnya berfluktuasi normal,” jelasnya.

Dari pengamatan itu, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ijen tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah dalam radius 1,5 kilometer.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait juga diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.

”Jika tercium bau gas yang menyengat diimbau agar menggunakan masker penutup alat pernapasan. Untuk jangka pendek atau darurat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan (hidung/mulut),” tandas Dwi. (rio/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Freatik #Erupsi #Energi & Digitalisasi #Taman Wisata Alam #Kawah #rsam #TWA #warna air #bksda aceh #kawah ijen #seismik #vulkanik #mdpl #banyuwangi #ijen