RadarBanyuwangi.id - Stasiun Klaten tentunya sudah tidak asing lagi di telinga pelanggan kereta api yang sering bepergian lewat jalur selatan.
Ternyata, stasiun ini menyimpan banyak cerita dan sejarah panjang yang menarik untuk diungkap.
Berlokasi di Tonggalan, Klaten Tengah, Jawa Tengah, Stasiun Klaten merupakan bagian penting dari jalur kereta api pertama antara Semarang dan Vorstenlanden (Solo-Jogja).
Berikut beberapa fakta menarik tentang stasiun yang telah berusia 153 tahun ini.
Stasiun Klaten pertama kali dibuka pada 9 Juli 1871 oleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dengan nama Station Klatten.
Pada awal pembukaannya, stasiun ini melayani enam perhentian kereta api, termasuk dua perjalanan pulang-pergi Solo-Yogyakarta dan satu perjalanan pulang-pergi Semarang-Yogyakarta.
Sejak pertama kali dibangun, Stasiun Klaten telah mengalami berbagai renovasi.
Awal abad ke-19, NISM melakukan perbaikan besar-besaran pada stasiun ini, menambahkan overkaping di sisi peron dan membangun gudang di sisi timur stasiun.
Kemudian, pada tahun 1990, atap bangunan tengah diubah menjadi bentuk prisma, dan beberapa ruang ditata ulang.
Setelah pengoperasian jalur ganda pada tahun 2001 dan 2003, jalur satu menjadi sepur lurus arah Yogyakarta, sementara jalur dua menjadi sepur lurus arah Solo.
Jalur tiga digunakan untuk pemberhentian kereta api antarkota, aglomerasi, Commuter Line Yogyakarta, dan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS).
Jalur 4, 5, dan 6 menjadi jalur parkir kereta rel listrik (KRL).
Jumlah pelanggan Stasiun Klaten meningkat pesat dari tahun ke tahun.
Pada 2022, sebanyak 1.015.835 orang naik turun di stasiun ini.
Angka ini melonjak menjadi 1.420.117 orang pada 2023.
Hingga Juni 2024, jumlah pelanggan sudah mencapai 875.073 orang dan diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Keaslian bangunan Stasiun Klaten masih utuh hingga saat ini, menunjukkan komitmen PT Kereta Api Indonesia dalam memelihara warisan sejarah.
Stasiun ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah transportasi Indonesia, tetapi juga terus berfungsi dengan baik, melayani kereta jarak jauh, aglomerasi, dan komuter.
Dengan peningkatan fasilitas dan perawatan yang konsisten, Stasiun Klaten terus menjadi bagian penting dari jaringan transportasi kereta api di Indonesia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi