Radarbanyuwangi.id – Selain kereta api, moda transportasi darat yang bisa menjadi pilihan perjalanan jauh adalah bus. Bus bertaraf antarkota antarprovinsi (AKAP) kini hadir dengan rute ragam dan dukungan fasilitas yang ditawarkan kepada calon penumpangnya.
Sebagai salah satu pilihan yang bisa menjadi alternatif adalah Juragan 99 Trans. Bus yang melayani trayek Bogor-Surabaya dan Malang ini kini menawarkan layanan bus full sleeper terbarunya.
Dan yang berbeda dari bus kebanyakan. bus sleeper ini toiletnya bisa dipakai untuk buang air besar alias BAB. Dilansir Jawa Pos, Founder Juragan 99 Trans dan J99 Corp Gilang W. Pramana mengatakan permintaan pasar ke wilayah Bogor, Surabaya, dan Malang cukup tinggi.
Rute baru ini menyasar ke konsumen yang sering bepergian menggunakan kereta api dan pesawat. "Berbagai fasilitas mumpuni siap kami berikan untuk memanjakan konsumen," katanya
Adapun bus sleeper Juragan 99 menggunakan sasis Mercedes-Benz 1626 air suspension dan 18 seater. Karoseri Adiputro dan Morodadi. Sehingga, ruangan menjadi lebih lega dan nyaman.
Toilet dirancang menggunakan septic tank khusus sehingga bisa digunakan untuk buang air besar (BAB). "Bus-bus Juragan 99 Trans adalah satu-satunya yang memiliki fasilitas tempat BAB," ungkapnya.
Untuk rute Malang – Surabaya – Bogor (PP) ini titik pemberhentiannya di Malang – Surabaya – Ngawi - Bekasi Timur – Pulogebang - Cibubur, dan berakhir di Terminal Baranangsiang, Bogor. Untuk pemberangkatan dari Bogor akan melalui pemberhentian Cibubur – Pulogebang – Bekasi Timur – Subang – Surabaya – Malang (berakhir di garasi).
Juragan 99 Trans menyediakan 4 armada bus bernama Casper, Garfield, Flintstone, dan Soooby Doo. Bagi yang ingin mencoba, tarif tiket bus Juragan 99 di kisaran Rp 600.000.
Dengan tarif tersebut, penumpang mendapatkan beragam fasilitas. Mulai dari Led TV 24 inch, private sound card and light dimmer, air purifier, dispenser, freeflow coffee and tea, meals, bantal, guling, selimut, masker, earphone, goodiebag (snack, souvenir, air mineral), hingga smoking room. (*)
Editor : Niklaas Andries