RadarBanyuwangi.id – Penat sepulang mendaki Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, mampirlah ke air terjun Jagir.
Kesegaran airnya dan keindahan alamnya bisa menghapus semua rasa penat.
Air terjun Jagir berada di Dusun Krajan, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.
Wisata air ini tampak menakjubkan dengan pepohonan hijau nan rindang dan bebatuan tertata alami.
Para wisatawan menyebutnya sebagai surga tersembunyi yang memancarkan keajaiban alam.
Ada tiga air terjun di wisata Jagir ini, yang dua bersebelahan sehingga disebut air terjun kembar.
Namun, ada satu lagi air terjun yang berjarak 300 meter ke arah barat dari lokasi air terjun kembar.
Air terjun ketiga ini tidak hanya lebih tinggi daripada air terjun kembar, tetapi debit airnya juga lebih besar.
Sumber airnya juga berasal dari hulu yang berbeda.
Untuk menuju lokasi air terjun Jagir sangat mudah, meski harus trekking dulu, tetapi jalurnya aman dan gampang dilewati.
Tiket masuknya hanya dibanderol Rp 5.000 per orang.
Kawasan wisata air terjun Jagir dibuka setiap hari mulai jam 07.00 sampai 17.00 WIB.
Pengunjung biasanya ramai di pagi hari dan sore hari di kala cuaca sedang sejuk.
Selain udara yang sejuk, pengunjung bisa menikmati kesegaran air dengan berenang.
Sensasi dari punggung yang berasa dipijat oleh guyuran air terjun juga memberikan kenikmatan tersendiri.
Apalagi kawasan wisata air terjun Jagir ini memiliki pemandangan yang indah memanjakan mata.
"Banyak spot foto yang instagramable di air terjun Jagir," kata Donna, pemandu wisata asal Kota Banyuwangi.
Tak ayal, air terjun Jagir cocok untuk wisata keluarga, outbond bersama teman-teman, healing, dan bermain air.
Wisata air terjun Jagir telah dikelola masyarakat setempat sejak tahun 2016.
Ada banyak fasilitas yang tersedia, meliputi toilet umum, kamar ganti dan mushola.
Tempat parkir cukup luas untuk menampung sepeda motor dan mobil milik wisatawan.
Jangan takut kelaparan, karena banyak warung makan berderet di dekat loket masuk, sehingga pengunjung bisa bersantai sekadar minum kopi atau makan siang. (irw)
Editor : Ali Sodiqin