Tidak banyak pengunjung yang dapat menjumpai momen spesial dengan melihat secara langsung Burung Merak Hijau atau Pavo Muticus Muticus Linnaeus mengembangkan ekor untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Sebab. Itu ada waktu-waktu khusus.
Bila sedang beruntung, pengunjung bisa melihat iring-iringan Burung Merak di sekitar Savana Sadengan di Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo. “Burung Merak itu juga sering muncul di sekitar Jati Papak juga di Alas Purwo ini,” terang Kepala Balai TN AP, Novita Kusuma Wardhani.
Burung Merak Hijau muncul dan memekarkan ekor hingga terlihat apik, itu akan terjadi setiap musim kawin yang jatuh pada Juni sampai September. “Burung Merak jantan yang mengembangkan ekornya, menampakkan keindahan bulu-bulunya, itu ingin kawin,” cetusnya..
Bila ingin melihat satwa jenis ini, bisa datang Savana Sadengan pada pagi dan sore hari. Bila siang dan cuaca panas, Merak Hijau akan menghabiskan waktu di tempat teduh atau masuk ke hutan. “Datang ke Sadengan saat pagi atau sore, banyak satwa di tempat itu,” cetusnya.
Populasi Merak Hijau di TNAP ini tidak terlalu banyak. Dari hasil pengamatan, sampai 2023 ada sekitar 31 ekor di wilayah Savanna Sadengan, dan 22 ekor lainnya di wilayah Jati Papak. “Data itu menunjukkan ada tren peningkatan jumlah populasi Merak Hijau, karena pada 2022 yang tercatat sebanyak 26 ekor di wilayah Sadengan dan sekitar 18 ekor di wilayah Jati Papak,” jelas Novita.
Selain Merak Hijau, di TNAP ini ada sekitar 48 jenis mamalia, 302 jenis burung, 48 jenis reptil, 15 jenis amfibi dan lebih dari 20 jenis ikan. “Ada 25 spesies satwa terancam punah yang prioritas dilindungi ada tiga, Banteng Jawa, Macan Tutul, dan Elang Jawa,” ungkapnya.
Pada 2013 terdata kehadiran Banteng di Sadengan sejumlah 117 ekor, sedang pada 2023 meningkat menjadi sekitar 170 ekor. Untuk Elang Jawa pada 2013 terdata dua ekor, sedang pada 2023 ada empat ekor. Untuk Macan tutul pada 2020-2022, sat dilakukan monitoring menggunakan kamera trap yang dipasang sebanyak 69 titik di seluruh kawasan, mendapatkan hasil sekitar 36 ekor. “Kita terus melakukan pelestarian.(abi)
Editor : Niklaas Andries