RadarBanyuwangi.id - Seluruh pecinta sejarah perkeretaapian Indonesia dan masyarakat Kota Cirebon, Jawa Barat patut berbahagia, Senin (3/6).
Sebab, salah satu stasiun kereta api ikonik di kota itu, Stasiun Cirebon, genap berusia 112 tahun.
Sejak didirikan pada tanggal 3 Juni 1912, stasiun megah ini telah menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa sejarah dan perkembangan perkeretaapian di wilayah Jawa.
Stasiun Cirebon diresmikan bersamaan dengan jalur kereta api Cikampek - Cirebon sepanjang 137 kilometer oleh perusahaan StaatsSpoorwegen (SS).
Tak hanya menjadi tempat penting bagi penumpang kereta api, Stasiun Cirebon juga menjadi landmark penting karena masih menyisakan arsitektur khas Kolonial Belanda.
Bangunan Stasiun Cirebon dirancang oleh arsitek terkemuka Belanda, Pieter Adriaan Jacobus Moojen.
Salah satu ciri khas yang masih bertahan hingga hari ini adalah keberadaan dua menara yang mengapit bangunan utama.
Di masa lalu, menara sebelah kiri digunakan untuk pembelian tiket dengan tulisan "kaartjes" (karcis).
Sedangkan, menara sebelah kanan diperuntukkan bagi pengangkutan barang dengan tulisan "bagage" (bagasi).
Meskipun telah berusia lebih dari satu abad, Stasiun Cirebon tetap menjadi salah satu stasiun paling vital di Pulau Jawa.
Terletak di persimpangan jalur utama, Stasiun Cirebon menjadi titik penting bagi lalu lintas kereta api yang menghubungkan Jakarta, Bandung, ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Stasiun Cirebon juga telah diakui sebagai salah satu bangunan cagar budaya Nusantara yang dilindungi keasliannya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi