Radarbanyuwangi.id – Libur pajang Hari Raya Waisak pada Kamis (23/5) yang dirangkai cuti bersama dan libur akhir pekan berdampak positif bagi dunia pariwisata Banyuwangi. Pada periode tersebut, jumlah pengunjung sejumlah destinasi wisata di Bumi Blambangan naik cukup signifikan.
Berdasar data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, lonjakan pengunjung selama libur panjang tersebut mencapai 50 persen dibandingkan hari normal. Pulau Merah dan De Djawatan menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi.
Pulau Merah yang menawarkan pesona tebing yang menjulang tinggi berhasil menarik sebanyak 5.802 pengunjung selama long weekend. Sedangkan De Djawatan yang tersohor memiliki view mirip hutan di film Lord of the Rings dikunjungi 4.930 wisatawan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq mengatakan, selain Pulau Merah dan De Djawatan, destinasi wisata lain yang juga digemari pengunjung selama long weekend lalu adalah Grand Watudodol (GWD) dengan 3.486 pengunjung dan Pantai Cacalan dengan 3.357 pengunjung. Sedangkan Desa Wisata Tamansari berhasil menarik 3.027 wisatawan.
Rofiq bersyukur Banyuwangi masih menjadi jujukan favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan. Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan layanan di berbagai destinasi wisata.
”Kami terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung,” ujarnya.
Rofiq mengatakan, lonjakan pengunjung tersebut tentunya juga membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Terutama bagi para pemilik warung makan, toko suvenir, dan penyedia jasa wisata lainnya yang diperkirakan mengalami peningkatan omzet signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Banyuwangi terus berkembang dan menjanjikan.
”Keindahan alam serta keramahan penduduk lokal merupakan daya tarik utama yang membuat wisatawan ingin kembali lagi ke Banyuwangi,” tandas Rofiq. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries