RadarBanyuwangi.id – Stasiun Banyuwangi Kota di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi kini sedang dalam proses pemugaran.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana memperluas area stasiun itu dari awalnya 2,4 hektare menjadi 3,5 hektare untuk membuat penumpang menjadi lebih nyaman.
Meskipun letaknya dekat dari pusat kota, ternyata stasiun ini usianya tergolong masih muda jika dibandingkan stasiun kereta api lainnya di Kabupaten Banyuwangi.
Stasiun Banyuwangi Kota sebelumnya bernama Karangasem saat mulai pertama dibangun hingga tahun 2019.
Penggantian nama tersebut dilakukan di era Bupati Abdullah Azwar Anas untuk mempermudah wisatawan yang ingin berwisata ke Banyuwangi.
Sebab, selama ini banyak wisatawan yang salah mengira Stasiun Banyuwangi Baru (sekarang Stasiun Ketapang) lebih dekat dari pusat kota.
Dari usulan Bupati Anas, KAI bersamaan dengan penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 kemudian mengganti nama Stasiun Karangasem menjadi Banyuwangi Kota dan Stasiun Banyuwangi Baru menjadi Ketapang.
Pembangunan Stasiun Banyuwangi Kota sendiri dilakukan pada era orde baru bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Kabat-Meneng pada tahun 1983.
Sebelumnya, aktivitas perkeretaapian di jantung kota Banyuwangi dilayani di Stasiun Banyuwangi yang terletak di lingkungan Pasar Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.
Stasiun Banyuwangi atau Banyuwangi Lama menurut sebutan masyarakat sekitar dibangun oleh Staatspoorwegen, perusahaan kereta api dan tram milik pemerintah Hindia Belanda dan dibuka pada 1903.
Pembangunan jalur baru oleh pemerintah orde baru saat itu berkaitan dengan distribusi pupuk yang dilakukan di sekitar Pelabuhan Meneng.
Jalur baru yang dibangun saat itu menghubungkan Stasiun Kabat baru menuju ke utara hingga gudang Pupuk Sriwijaya (Pusri) di dekat Pelabuhan Meneng.
Selain Stasiun Karangasem, beberapa stasiun lain juga dibangun sepanjang jalur menuju ke Gudang Pusri itu, di antaranya Stasiun Argopuro, dan Stasiun Banyuwangi Baru (sekarang Stasiun Ketapang).
Stasiun Karangasem kemudian mulai resmi beroperasi pada tahun 1985. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi