Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Makam Mbah Kemis di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru: Dianggap Keramat, Dipercaya Wali Allah Penyebar Islam

Gareta Yoga Eka Wardani • Selasa, 7 Mei 2024 | 18:10 WIB
KHUSYUK: Salah satu peziarah terlihat berdoa di depan makam Mbah Kemis yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Senin (6/5).
KHUSYUK: Salah satu peziarah terlihat berdoa di depan makam Mbah Kemis yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Senin (6/5).

RadarBanyuwangi.id - Di wilayah ujung barat Kabupaten Banyuwangi, ada tempat wisata religi yang tersembunyi, yaitu berupa makam yang dikeramatkan.

Makam itu tempat peristirahatan terakhir Syekh Sayyid Abdullah atau dikenal Mbah Kemis yang terletak di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.

Warga yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, menganggap makam Mbah Kemis yang ada di kampungnya keramat.

Oleh warga, makam tua itu dirawat dengan baik. Bagi peziarah yang akan masuk ke makam, harus menaati sejumlah aturan.

Dari keterangan sejumlah warga yang ada di kampong itu, Mbah Kemis itu salah satu ulama yang menyiarkan agama Islam di wilayah Kalibaru dan sekitarnya.

“Ini makam wali Allah yang sudah ada sejak dulu,” ujar penjaga makam Mbah Kemis, Suliyah, 52, pada RadarBanyuwangi.id.

Makam Mbah Kemis sudah ada sejak dulu. Suliyah mengaku menjaga makam meneruskan tugas ibunya Surbami yang bertugas sebagai juru kunci.

Tugas sebagai penjaga makam, itu merawat, menjaga, dan mengingatkan peziarah akan kesucian dan kebersihan makam Mbah Kemis.

“Peziarah perempuan yang lagi haid tidak diperkenankan berziarah di area makam,” kata Suliyah.

Percaya atau tidak, makam Mbah Kemis ini menjadi alasan daerah itu terhindar dari malapetaka. Setiap tahun sekali, warga sekitar melakukan bersih-bersih makam.

Apabila makam Mbah Kemis tidak dibersihkan, warga percaya akan terjadi bencana di wilayah tersebut.

“Seperti yang terjadi pada tahun 2022, terjadi banjir di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru,” ungkapnya.

Bila tidak percaya, tapi itu nyata terjadi. Masyarakat sekitar merasa aneh karena air banjir itu mengalir tidak sesuai dengan alur aliran sungai.

“Anehnya, air yang dari utara seharusnya lurus mengenai makam Mbah Kemis. Tetapi air terpecah menjadi dua arah, satu ke arah kanan makam, dan aliran lain berada di kiri makam. Sedangkan arah aliran kiri makam itu sangat berdampak terhadap warga,” terangnya.

Penamaan Mbah Kemis didasarkan pada beberapa hal. Kata Mbah, dalam dialek Bahasa Madura sebagai buyut, sepuh, atau orang yang dituakan.

Sedangkan penamaan Kemis, didasarkan pada waktu penemuan makan tbertepatan dengan hari Kamis.

“Waktu penemuan makamnya tidak ada yang tahu pasti, karena zaman dulu tidak (informasi) seperti sekarang,” ungkapnya.

Suliyah mengaku menyampaikan dari cerita turun temurun, Mbah Kemis atau Syekh Sayyid Abdullah ini masih memiliki hubungan dengan Abdurrahim Bauzir atau dikenal Datuk Malik Ibrahim, Banyuwangi.

“Kalau orang yang tahu, sebelum ke makam Datuk Malik Ibrahim pasti akan berziarah ke sini (makam Mbah Kemis) dulu,” katanya.(abi)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#makam #Wali Allah #kalibaru #Syekh #religi