Sebanyak 126 ribu lebih wisatawan ”membanjiri” destinasi-destinasi wisata di kabupaten the Sunrise of Java selama musim libur Lebaran tahun ini.
Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, sebanyak 126.414 wisatawan mengunjungi tempat-tempat wisata di Bumi Blambangan pada periode 7–16 April.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disbudpar Ainur Rofiq mengatakan, gelombang wisatawan paling tinggi terjadi pada H+3 Lebaran, yakni Sabtu (13/4) lalu.
Kala itu, lebih dari 5 ribu wisatawan datang dan berwisata ke destinasi wisata di Bumi Blambangan
”Luar biasa sekali, ini salah satu kabar bahagia. Tentu kami berharap ke depannya destinasi bisa lebih memaksimalkan lagi pelayanannya sehingga pengunjung jauh lebih nyaman,” ujar Rofiq.
Menurutnya, destinasi wisata alam terutama pantai masih menjadi primadona bagi wisatawan. Selama libur Lebaran, Pantai Marina Boom dikunjungi sebanyak 37.878 wisatawan.
Pantai Pulau Merah dikunjungi 15.491 wisatawan, Grand Watudodol sebanyak 8.771 kunjungan, sedangkan Pantai Cacalan menerima kunjungan sebanyak 5.735 wisatawan.
Destinasi wisata alam lain yang juga kebanjiran pengunjung adalah Djawatan dengan 10.223 wisatawan, wisata air Jopuro dengan 8.031 kunjungan, Taman Suruh 5.673 pengunjung, dan Sendang Seruni sebanyak 3.726 kunjungan.
”Lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan itu juga berdampak cukup besar pada hampir semua layanan jasa pariwisata di Banyuwangi,” tutur Rofiq.
Dampak positif lain dari lonjakan wisatawan selama libur Lebaran tersebut, imbuh Rofiq, yakni peningkatan okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Banyuwangi.
Sejumlah hotel di Banyuwangi menunjukkan tingkat hunian hampir 100 persen.
”Sebagai contoh Hotel Ketapang Indah tingkat okupansi mencapai 92 persen, Hotel Aston 91 persen, dan Hotel Grand Harvest mencapai 90 persen,” kata dia.
Bukan itu saja, kenaikan omzet juga terjadi pada beberapa restoran dan pusat oleh-oleh khas yang ada wilayah kota.
”Harapan kami angka baik ini ke depan bisa kami pertahankan dengan upaya memperbaiki pelayanan dan infrastrutur,” tandas Rofiq. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries