RadarBanyuwangi.id – Pasar malam rakyat yang digelar di tempat penimbunan kayu (TPK) Perhutani Banyuwangi Utara di Kelurahan/Kecamatan Kalipuro menggambarkan gigihnya kekuatan ekonomi rakyat.
Di tengah gempuran teknologi maju dan investasi dalam pengembangan wahana wisata modern, pasar malam yang masih memakai teknologi jadul ini tetap bertahan hidup.
Dari pengamatan radarbanyuwangi.id pada Selasa malam (27/2) tampak ada 10 wahana permainan anak-anak di lokasi pasar malam.
Di antaranya, wahana helikopter, kuda terbang, gajah terbang, trampolin, mandi bola, istana balon, keranjang putar, kereta kodok, kereta kelinci, dan gelombang putar.
Semua wahana permainan ini hanya digerakkan dengan mesin diesel yang ukurannya kecil.
Sementara itu, permainan ketangkasan ada 7 stand, meliputi kolam pancing, bola gelinding, serta lima stand permainan lain yang berhadiah boneka dan alat elektronik.
Ada juga beberapa stand penjual pakaian, asesories, dan makanan minuman.
Intinya, suasananya pasar malam tersebut sangat meriah dengan beraneka stand dan wahana permainan yang disuguhkan.
Apalagi hingar-bingar musik dangdut koplo diputar sangat kencang, sehingga menambah kemeriahan suasana.
Andri, operator wahana permainan kuda terbang dan helikopter Pesona Ria menjelaskan bahwa tarif setiap wahana rata-rata sama, yakni Rp 10 ribu per anak.
Bonusnya anak-anak boleh bermain sepuasnya, karena mereka masih bisa naik wahana itu selama masih berputar.
Ada kalanya berhenti berputar, tetapi hanya sebentar saat ada anak baru yang mau naik.
“Rata-rata bayarnya sama hanya Rp 10 ribu setiap anak,” kata Andri.
Berbeda dengan stand edukasi kreativitas anak, seperti mewarnai kertas yang ditempel pada gabus yang ditarik Rp 15 ribu per anak.
Mewarnai celengan juga ditarif bervariasi, tergantung ukuran celengan yang dipilih.
Satu anak bisa ditarik biaya Rp 15 ribu sampai Rp 35 ribu.
“Celengan yang sudah diwarnai boleh dibawa pulang,” imbuh Andri.
Masih kata Andri, pasar malam itu akan buka hingga menjelang bulan Ramadan.
“Kami akan buka sampai tanggal 7 Februari 2024,” ungkap Andri.
Penyelenggara pasar malam itu menyewa tempat lapang di TPK Perhutani Banyuwangi Utara di Kalipuro, hanya sebulan.
Selanjutnya akan pindah-pindah tempat saat buka kembali.
Sayangnya, pasar malam ini hanya ramai saat weekend.
Maklum anak-anak sekolah belum mulai libur panjang.
Akibatnya, pada malam-malam hari biasa terlihat sepi pengunjung.
Apalagi akhir-akhir ini hujan deras sering turun di Banyuwangi.
“Ayo jalan-jalan ke pasar malam di Kalipuro sebelum memasuki bulan Ramadan,” ajak Sukri, warga Kalipuro, Selasa malam(27/2). (irw)
Editor : Ali Sodiqin