Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyusuri Hutan Tropis Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, Temukan 3 Wisata Pantai Andalan

E. Irwan Suryanto • Rabu, 28 Februari 2024 | 15:21 WIB
ANDALAN: Pantai Plengkung menjadi destinasi nuansa alam yang dimiliki Banyuwangi
ANDALAN: Pantai Plengkung menjadi destinasi nuansa alam yang dimiliki Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Ketenaran Taman Nasional Alas Purwo di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sudah terdengar hingga mancanegara.

Hutan tropisnya memiliki daya tarik yang luar biasa.

Betapa tidak, luasnya saja mencapai 43.420 hektare.

Di dalamnya terdapat berbagai macam flora dan fauna, bahkan tercatat ada 700 jenis flora.

Tak hanya itu, sebanyak 320 jenis burung menghuni hutan nan lebat tersebut.

Ditambah lagi, 50 jenis mamalia, 48 jenis reptil, dan 15 jenis amfibi, melengkapi habitat di Alas Purwo.

Begitu masuk dari gerbang taman nasional yang berada di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan pepohonan hijau di kanan-kiri jalan aspal yang mulus.

Setelah melewati Pura Giri Saloka, maka kita akan menemukan pemandangan pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang  memanjang.

Sedikitnya ada 6 pantai di dalam hutan Taman Nasional Alas Purwo yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

Selain 3 wisata pantai andalan, ada juga Pantai Cungur, Pantai Teluk Biru, dan Pantai Ngagelan.

Namun, 3 wisata pantai andalan ini yang paling favorit dikunjungi oleh para wisatawan, karena lokasinya mudah dijangkau dan satu jalur rutenya.

Berikut ini 3 wisata pantai andalan di Taman Nasional Alas Purwo:

1. Pantai Triangulasi

Lokasinya menjadi jujugan pertama ketika berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo dari pintu masuk gerbang di Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Kita akan disambut dengan pemandangan berupa formasi hutan pantai yang masih tampak lengkap.

Monyet-monyet bergelantungan di pohon-pohon besar dan sesekali turun mendekati pengunjung.

Hati-hati meninggalkan tas berisi makanan di area ini, jangan lupa menutup kaca dan pintu mobil.

Pasalnya, monyet-monyet suka iseng mengambil makanan yang dibawa oleh pengunjung, kemudian dibawa naik ke atas pohon.

Untuk berteduh, pengunjung bisa memanfaatkan gazebo-gazebo yang berdiri di kawasan Pantai Triangulasi.

Berjalan menyusuri pantai akan menemukan suasana yang sepi, bahkan kadang-kadang rusa pun tampak berjalan santai tanpa gangguan, karena saking sepinya hamparan pasir putih di pantai ini.

Namun, pada malam 1 Syuro atau 1 Muharram kawasan Pantai Triangulasi akan ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai kalangan, agama, dan keyakinan.

Ada yang sekadar berwisata malam, namun tak sedikit yang khusus datang untuk melakukan ritual.

“Pantai Triangulasi memiliki pemandangan pantai dan pesisir laut yang menarik dengan suasana di sepanjang pasir putih yang terkesan sepi. Berbeda dengan destinasi wisata pantai lain di luar kawasan hutan konservasi, yang selalu ramai pengunjung dan aktivitas nelayan,” kata Yudianto, wisatawan lokal asal Glenmore, Banyuwangi.

Wisatawan domestik tampak ramai di kawasan Pantai Triangulasi, Taman Nasional Alas Purwo saat liburan weekend.
Wisatawan domestik tampak ramai di kawasan Pantai Triangulasi, Taman Nasional Alas Purwo saat liburan weekend.

2. Pantai Pancur

Pantai Pancur berlokasi lebih ke dalam di hutan Alas Purwo.

Dari Pantai Triangulasi, kita menempuh rute jalan aspal menuju arah Pantai Plengkung.

Nah, Pantai Pancur adalah tempat pemberhentian terakhir bagi pengunjung yang mengendarai mobil pribadi.

Wisatawan wajib transit di kawasan Pancur jika hendak melanjutkan perjalanan ke Pantai Plengkung, karena harus berganti kendaraan shuttle yang disediakan secara khusus.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa kata Pancur berasal dari adanya aliran sungai air tawar yang mirip air terjun kecil di pantai, sehingga disebut pancur atau air mancur.

Air tawar menembus batuan cadas itu mengalir sepanjang waktu, sehingga menyerupai air terjun sungguhan yang berakhir di laut.

“Jadi asal kata Pancur ya dari air grujugan di pantai ini,” kata Hadi,  warga Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Sepanjang Pantai Pancur terbujur hamparan pasir putih yang nyaman dibuat treking hingga Pantai Triangulasi.

Di kawasan ini juga terdapat padepokan dan warung, sehingga lokasinya memang cocok menjadi tempat transit bagi pengunjung sebelum melanjutkan perjalanan berpetualang di belantara Alas Purwo.

Selain menuju Pantai Plengkung, pengunjung biasanya juga bertujuan mengunjungi wisata goa-goa di dekat kawasan Pancur.

Ada goa Sendang Srengenge dan Goa Istana yang berjarak 2 kilometer dari Pantai Pancur.

Di area Pancur juga terdapat fasilitas camping ground bagi para pecinta alam yang hobi berkemah di hutan konservasi.

Keunggulan lainnya juga bisa dilihat pesona keindahan sunset  di sore hari dari atas tebing dekat pondok pengamatan Hilal.

Wisatawan menikmati suasana di hamparan pasir putih di Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo.
Wisatawan menikmati suasana di hamparan pasir putih di Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo.

3. Pantai Plengkung

Pantai Plengkung sangat kondang di mancanegara, bahkan disebut The Seven Giant Waves Wonder atau salah satu dari 7 tempat surfing terbaik di dunia.

Wisatawan mancanegara juga mengenal Pantai Plengkung sebagai G-Land.

Lomba selancar level dunia pernah dihelat oleh Quicksilver Pro Surfing Championship di Pantai Plengkung tiga tahun berturut-turut, yakni pada tahun 1995, 1996, dan 1997.

Pada tahun-tahun berikutnya sejumlah event kompetisi selancar berskala internasional juga kembali diselenggarakan di G-Land.

Ombak bagus untuk berselancar biasanya muncul pada bulan Juli hingga September.

Jangan heran bila di kawasan Plengkung berdiri beberapa camp untuk menginap para wisatawan yang hobi berselancar, khususnya wisatawan mancanegara.

Para peselancar dari Amerika Serikat, Australia, dan pesisir negara-negara Amerika Latin akan berkunjung tiap tahun ke Pantai Plengkung untuk menyalurkan hobi memacu adrenalin di tengah gulungan ombak.

Mereka rela merogoh kocek dan membelanjakan dolarnya untuk meraih kepuasan di surga tersembunyi bagi para peselancar itu.

Semua biaya yang dikeluarkan itu tidak sia-sia dibanding sensasi alam yang diberikan oleh Pantai Plengkung.

Apalagi ketika menikmati sensasi telapak kaki berdesir ketika menginjak pasir gotri di Pantai Plengkung, yang konon berasal dari fosil pada masa lalu.

Anda ingin mencobanya? Kunjungilah Pantai Plengkung! (irw)

Editor : Ali Sodiqin
#pantai plengkung #Pantai Triangulasi #Pantai Pancur #taman nasional #alas purwo #banyuwangi