RAMADA KUSUMA/RABA
BERSAING: Bus Antar Kota Antar Provinsi melintas di jalur pantai utara Jawa di Banyuwangi.
BUS berlabel AKAP seakan menemukan gairahnya kembali. Kini akses menuju sejumlah kota di luar Banyuwangi bisa diakses dengan mudah. Pilihan moda penyedia jasanya pun lebih beragam.
Tawaran fasilitasnya pun lebih lengkap dan memanjakan penumpang. Tiket bus ini pun lebih murah dibandingkan kereta api dan pesawat. Hal inilah yang membuat angkutan bus menjadi primadona masyarakat dalam melakukan perjalan darat.
Keunggulan bus AKAP ini lebih murah dari segi tiket dan mudah jangkauannya dibandingkan kereta api. Kota yang tidak terjangkau kereta api dan pesawat menjadikan bus sebagai pilihan alternatif utama. “Dulu tahun 2000an. Kalau mau ke Bogor saja harus ikut rute Denpasar-Bogor. Kini bisa langsung dari rute Banyuwangi-Bogor,” ujar Fauzi, 44, warga Banyuwangi.
Di awal tahun milenium tersebut, bus seperti Pahala Kencana, Lorena, Kramat Djati, Safari Dharma Raya, dan lainnya menjadi raja jalanan Pantura. Dengan kelas eksekutif dan super eksekutif menjadi pilihan layanan yang bisa dipilih. Saat itu rutenya yang ditawarkan tidak sebanyak sekarang.
Perkembangan permintaan dan pertumbuhan penumpang menjadi peluang bagi perusahaan otobus. Efeknya, pemain layanan otobus semakin banyak dan bervariasi. Ada Gunung Harta, Pandawa 87, Handoyo, dan lainnya yang menawarkan rute keberangkatan dari Banyuwangi menuju ibu kota dan sekitarnya.
Tengok saja ada Gunung Harta dan Pandawa 87 yang melayani Banyuwangi-Jakarta. Berikutnya ada Handoyo yang menawarkan perjalanan dari timur Jawa, Banyuwangi, menuju titik barat pulau Jawa, Merak. Pemain lama seperti Lorena pun tidak ketinggalan.
Mereka bahkan lebih jauh lagi dengan trayek Banyuwangi – Lampung. Tentunya pembukaan trayek ini juga diikuti dengan peningkatan layanan dari pihak otobus. Mereka berlomba-lomba menyediakan berbagai jenis bus dan tipenya
Ditambah lagi, sejak beroperasinya tol Trans Jawa ari Jakarta hingga Gending (Kabupaten Probolinggo). Perjalanan darat antar kota terutama menggunakan bus AKAP menjadi lebih cepat. “Dulu Jakarta-Banyuwangi pakai rute bis ke Denpasar itu perjalanannya 24 sampai 27 jam. Kini cuma 18 jam saja,” imbuh Fauzi.
Fasilitas di dalam bus sendiri kini lebih lengkap dan membuat nyaman perjalanan. Beberapa bus bahkan sudah dilengkapi dengan tiolet, smoking area, VOD (video on demand), saluran listrik berupa USB untuk charging HP, kursi penumpang yang nyaman hingga layanan bus sleeper.
Tidak hanya dari segi fasilitas bagi penumpang. Untuk mendukung perjalanan, beberapa jenis bus AKP mempergunakan sasis premium buatan Jepang dan negeri-negeri benua biru Eropa. Jenis sasis premium yang banyak digunakan bus AKAP di antaranya Hino (mengusung R260 dan RN285), Mercedes-Benz (OH 1526, OH 1626 dan OC 500 RF 2542, Scania (K410iB) dan Volvo (B11R).
Dengan layanan sebarek yang bisa diperoleh penumpang. Tiket Jakarta Banyuwangi yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Rata-rata tiket dibanderol mulai Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu. (nic/bay)
Editor : Niklaas Andries