Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Masuk Banyuwangi dari Bali, Feri Tetap Jadi Andalan

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 18 Februari 2024 | 14:00 WIB
CEK HARGA TIKET: Jelang Nataru pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berlangsung seperti biasanya
CEK HARGA TIKET: Jelang Nataru pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berlangsung seperti biasanya

 

Radarbanyuwangi.id - Untuk masuk Banyuwangi dari arah Bali, moda transportasi yang jadi andalan adalah kapal feri lintasan Ketapang- Gilimanuk.

Sampai saat ini, moda angkutan kapal feri masih menjadi transportasi andalan bagi masyarakat dari Jawa, khususnya Banyuwangi yang ingin pergi ke Bali, atau pun sebaliknya.

Bagaimana tidak, selain nyaman, moda angkutan kapal feri ini juga tergolong ramah kantong. Untuk sekali jalan, penumpang regular alias pejalan kaki hanya perlu merogoh kocek Rp 10.600 per orang dewasa.

Sedangkan untuk kendaraan golongan I Rp 11.000, kendaraan golongan II Rp 31.600, dan kendaraan golongan III Rp 45.000. “Tiketnya murah, ini yang membuat saya lebih senang naik kapal laut Ketika liburan ke Bali,” kata Eko Purwanto, 35, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Apalagi, penyeberangan kapal penyeberangan Jawa-Bali di Pelabuhan Ketapang atau Pelabuhan Gilimanuk terus ada selama 24 jam nonstop. Sehingga, penumpang mau menyeberang ke Banyuwangi atau sebaliknya, bisa datang ke pelabuhan kapan saja. “Saya cukup sering ke Banyuwangi, selain ada kerjaan, ya biasanya liburan saja,” ujar Eko.

Tak jarang, Eko a memilih berangkat backpacker alias jalan kaki tanpa membawa kendaraan. “Lebih simple karena tidak perlu bawa mobil, lebih bisa istirahat juga di jalan,” ucapnya.

Ketika memutuskan berangkat menuju Bali, kata dia, biasanya akan menaiki kereta api dari Sempu ke Pelabuhan Ketapang. Karena lokasi stasiun KA Ketapang tak jauh dari Pelabuhan penyeberangan Ketapang. “Dari Stasiun Ketapang jalan kaki. Enggak jauh, hanya menyeberang jalan raya, sudah sampai Pelabuhan. Aksesnya mudah,” tuturnya.

Sementara itu, perjalanan kapal feri Ketapang-Gilimanuk atau sebaliknya biasanya menghabiskan waktu selama 45 menit dengan jarak sekitar 4 kilometer. “Dari Gilimanuk, kalau mau liburan sampai Denpasar harus naik bus terlebih dahulu,” katanya.

Nantinya ketika pulang ke Banyuwangi, rute yang sama akan ia lalui. Dengan segala kemudahan di penyeberangan itu, Eko menyebut tak heran jika ketika musim liburan, Pelabuhan Ketapang akan dipenuhi wisatawan. “Yang dari Bali mau ke Jawa (Banyuwangi), pasti memilih naik kapal feri, karena lebih mudah,” tuturnya.

Kelebihan lain, jadwal feri terbilang terus beroperasi tanpa henti. Bahkan dengan mudah ditemukan jadwal keberangkatan dari Banyuwangi ke Bali maupun sebaliknya. “Cara beli tiket juga mudah, bisa dilakukan secara online,” pungkasnya. (sas/bay)

 

Editor : Niklaas Andries
#Menyeberang #Ketapang #Jarak #denpasar #bali #gilimanuk #kendaraan #pejalan kaki #Kereta Api #banyuwangi #angkutan #Ferry #Golongan #liburan