Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dongkrak Kunjungan Wisatawan Mancanegara, Sejumlah Destinasi Wisata di Banyuwangi Segera Terhubung dengan Bali Barat

Sigit Hariyadi • Selasa, 23 Januari 2024 | 18:13 WIB
CEK LOKASI: Bramuda (empat dari kiri) bersama Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengecek kawasan GWD yang akan menjadi salah satu destinasi andalan klaster pariwisata B3.
CEK LOKASI: Bramuda (empat dari kiri) bersama Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo mengecek kawasan GWD yang akan menjadi salah satu destinasi andalan klaster pariwisata B3.

RadarBanyuwangi.id – Satu lagi terobosan mulai dipersiapkan Pemkab Banyuwangi untuk mengerek jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten the Sunrise of Java.

Kali ini, ”bidikan” utama diarahkan pada wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk itu, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berkolaborasi menyiapkan pengembangan di kawasan Bangsring Underwater (Bunder) dan Grand Watudodol (GWD).

Tujuannya untuk mempermudah aksesibilitas wisatawan dari Bali ke Banyuwangi dan sebaliknya.

Ya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong klaster pariwisata bersama antara Banyuwangi (BWI) dan Bali Barat, yakni Kabupaten Jembrana dan Buleleng.

Klaster pariwisata bersama Banyuwangi-Bali Barat (BBB) lengkap dengan keunikan dan keindahan masing-masing wilayah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, Kemenpar sudah menegaskan bakal mendorong pengembangan B3.

Dia menuturkan, wilayah Bali Barat memiliki sejumlah destinasi yang sangat bagus, seperti Pantai Lovina, Pemuteran, Menjangan Resort, Pulau Menjangan, dan sebagainya. Destinasi-destinasi tersebut bisa diintegrasikan dengan Bunder dan GWD.

Bramuda menuturkan, sudah bukan rahasia bahwa saat ini penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk kerap crowded.

Karena itu, dibutuhkan konektivitas baru di laut untuk mempercepat akses dari Banyuwangi ke Bali Barat dan sebaliknya.

”Maka nanti perjalanan wisatawan tidak harus lewat Ketapang–Glimanuk, tetapi menggunakan kapal cepat yang akan melintasi Bunder, GWD, Pulau Tabuhan, Pantia Lovina, Pulau Menjangan, dan seterusnya,” ujarnya.

Bramuda menambahkan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah konsep di kawasan GWD yang akan digunakan untuk mendukung konektivitas B3.

”Kami akan menyiapkan itu semua. Kalau Kemenpan sudah mendeklarasikan dan megumpulkan tiga bupati (Banyuwangi, Jembrana, dan Buleleng) serta merekomendasikan percepatan B3, maka Banyuwangi harus mempersiapkan diri. Kami (Disbudpar) dengan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) dan PU Pengairan sudah menyiapkan beberapa konsep lokasi GWD yang akan digunakan untuk mendukung konektivitas B3,” bebernya.

Diberitakan kemarin, pasca pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi terus naik dari tahun ke tahun.

Berkaca pada tren tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) optimistis kunjungan wisatawan tahun ini kembali melonjak hingga mencapai 4 juta orang.

Sekadar diketahui, kunjungan wisatawan domestik pada 2021 sebanyak 1.865.553 orang, sedangkan pada 2022 naik menjadi 2.948.543 orang.

Tren kenaikan jumlah kunjungan berlanjut pada 2023. Tahun lalu, kunjungan wisatawan naik sekitar 25 persen dibanding 2022, yakni menjadi 3,5 juta orang.

Sementara itu, turis asing yang berkunjung ke Banyuwangi pada 2021 tercatat sebanyak 3.854 orang, pada 2022 meningkat menjadi 29.020 orang.

Sedangkan pada 2023 tepatnya pada periode Januari hingga Agustus, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi telah mencapai 36.829 orang. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#bali barat #destinasi #Ketapang #menjangan dynasty resort #wisatawan #gilimanuk #Bunder #Mancanegara #Kunjungan #banyuwangi #GWD #lovina #tabuhan