Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pendaki Kawah Ijen Bawa Surat Sehat Abal-Abal, Pakai Kop Puskesmas Kabat, Diduga Dipalsukan Guide

Ayu Lestari • Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:52 WIB
WAJIB LAMPIRKAN SURAT SEHAT: Pengunjung Ijen menyaksikan keelokan blue fire di dekat kawah. Pengunjung diizinkan naik Ijen asalkan bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.
WAJIB LAMPIRKAN SURAT SEHAT: Pengunjung Ijen menyaksikan keelokan blue fire di dekat kawah. Pengunjung diizinkan naik Ijen asalkan bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter.

LICIN, RadarBanyuwangi.id – Belum genap sebulan aturan baru naik ke Kawah Ijen dengan menyertakan surat keterangan sehat diberlakukan, kini muncul persoalan baru.

Surat sehat dari dokter yang didapat dari layanan kesehatan tersebut disinyalir banyak yang dipalsukan oleh sejumlah wisatawan yang hendak naik Kawah Ijen.

Fenomena ini persis ketika terjadi pandemi Covid-19 tiga tahun lalu. Surat keterangan rapid test penumpang kapal tujuan Bali lewat penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, banyak yang dipalsukan.

Kala itu, satu orang langsung dicokok polisi dan dihukum 2 tahun penjara. Pelaku kedapatan memalsukan surat rapid test dengan cara di-scanner.

Aturan wajib membawa surat sehat bagi pendaki Kawah Ijen kini juga disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Petugas dari BKSDA Jawa Timur yang bertugas di Kawah Ijen menemukan dua surat sehat abal-abal dari pendaki yang akan naik ke Ijen.

Akibat temuan tersebut, BKSDA langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan fasilitas layanan kesehatan (faskes) tempat surat sehat dipalsukan.

Apalagi, aturan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi agar jangan sampai ada orang sakit atau yang kondisi kesehatannya buruk memaksa naik ke Ijen.

”Temuan surat sehat palsu tanggal 10 sampai 11 Januari kemarin. Yang menemukan petugas loket Ijen. Petugas mencurigai surat sehat yang dibawa wisatawan terlihat janggal,” kata Kepala Taman Wisata (TWA) Ijen Sigit Haribowo.

Diungkapkan Sigit, surat sehat yang dicurigai menggunakan kop Puskesmas Kabat, Banyuwangi.

Meski tak memaparkan poin kejanggalan dalam surat, Sigit mengatakan petugas loket langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Kabat.

Setelah diberikan bukti surat sehat yang dimaksud, Puskesmas Kabat memastikan dokumen tersebut palsu.

Terkait temuan tersebut, BKSDA langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi dan Dinas Kesehatan Banyuwangi. Sigit menjelaskan, BKSDA menegakkan aturan tersebut untuk mencegah dan mengantisipasi jangan sampai masalah kesehatan kembali terjadi kepada para pendaki.

Sigit wanti-wanti kepada pendaki agar menunjukkan surat keterangan sehat asli dari faskes.

”Suratnya dari oknum guide tentunya. Kami langsung koordinasi dengan faskes yang mengeluarkan surat sehat,” tegasnya.

Untuk oknum guide yang melakukan kecurangan tersebut, BKSDA tengah menyiapkan aturan tegas. Apa pun bentuknya, dia berharap ke depan tidak terjadi lagi pemalsuan surat sehat.

”Pihak guide dan Puskesmas Kabat kami minta melakukan mediasi sendiri, informasinya sudah terjadi pertemuan. Pihak guide diminta menghapus semua file (surat sehat) yang mereka punya,” terang Sigit.

Diungkapkan Sigit, selama ini pendaki Ijen dari luar Banyuwangi, terutama wisatawan mancanegara pasrah kepada guide untuk urusan tiket dan surat sehat.

Tindakan yang dilakukan oknum guide tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang.

”Kalau pendaki dari luar kota rata-rata sudah siap dengan surat sehat dari tempat asal mereka. Kita juga akan berusaha lebih jeli. Sebelum mendaki Kawah Ijen kita pastikan dulu surat sehatnya asli atau palsu,” tegasnya.

Tanggal 6 Januari lalu BKSDA memberlakukan aturan baru bagi wisatawan Ijen. Wisatawan wajib menunjukkan surat keterangan sehat.

Selain itu mereka wajib membawa peralatan kesehatan pribadi yang meliputi sepatu, jaket tebal, masker, dan lainnya.

BKSDA juga menyebutkan bahwa tiket masuk ke Ijen tidak termasuk asuransi.

Oleh karena itu, pengunjung harus memiliki asuransi kecelakaan pribadi.

Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi BBKSDA dengan berbagai pihak.

Persyaratan baru tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan selama pendakian.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kabat drg Wahyu Primawati mengaku sudah mendapat telepon dari salah satu anggota Intelkam Polresta Banyuwangi terkait dugaan pemalsuan surat keterangan sehat tersebut.

Dia mengaku mengetahui adanya pemalsuan surat keterangan sehat justru dari media sosial pada Sabtu (13/1).

Setelah berita tersebut tersebar, pihaknya langsung memanggil salah satu dokter puskesmas yang namanya dicatut dalam kasus pemalsuan surat kesehatan.

Namun, dokter tersebut sama sekali tidak pernah melakukan pemalsuan surat kesehatan.  

”Dokternya sudah saya panggil dan tidak ada urusan dengan pelaku pemalsuan. Kami mengeluarkan surat keterangan sehat tersebut via online. Jadi, tidak mungkin menggunakan tulisan manual,” jelas Wahyu.

Wahyu belum bisa memberikan keterangan lebih detail karena masih mendalami permasalahan tersebut. Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi.

”Saya sudah laporkan masalah ini kepada Kepala Dinas Kesehatan Pak Amir Hidayat. Saat ini para tenaga medis masih fokus vaksinasi folio, sehingga kami belum bisa berkomentar banyak. Rencananya kami akan menyusun laporan kronologi kejadian yang akan disampaikan kepada Kadinkes,” tandasnya. (fre/tar/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pendaki #Dipalsukan #abal-abal #Guide #kawah ijen #surat keterangan sehat #banyuwangi