Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pendakian ke Kawah Ijen Kembali Dibuka, Syaratnya Wisatawan Wajib Tunjukkan Surat dari Dokter

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 6 Januari 2024 | 21:30 WIB
ATURAN BARU: Stakeholder TWA Kawah Ijen berkumpul di Paltuding untuk membahas aturan baru bagi para pendaki, Jumat (5/1).
ATURAN BARU: Stakeholder TWA Kawah Ijen berkumpul di Paltuding untuk membahas aturan baru bagi para pendaki, Jumat (5/1).

RadarBanyuwangi.id – Pendakian menuju Kawah Ijen kembali dibuka mulai Sabtu dini hari (6/1).

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim akhirnya mengizinkan kembali pendakian ke Ijen dengan beberapa persyaratan.

Salah satu yang perlu dibawa yaitu surat keterangan sehat dari dokter.

BBKSDA juga meminta wisatawan membawa peralatan kesehatan pribadi yang meliputi sepatu, jaket tebal, masker, dan lainnya.

BBKSDA juga menyebutkan bahwa tiket masuk ke Ijen tidak termasuk asuransi. Oleh karena itu, pengunjung harus memiliki asuransi kecelakaan pribadi.

Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Ijen Sigit Haribowo menjelaskan, aturan baru yang mewajibkan pendaki untuk melampirkan surat keterangan sehat berlaku mulai Jumat dini hari (6/1). Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi BBKSDA dengan berbagai pihak.

Persyaratan baru tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan selama pendakian.

Selama ini, kata Sigit, wisatawan domestik kerap mengabaikan kesehatan dan keperluan pendakian lainnya.

Mereka tidak mau mengakui kondisi tubuhnya kurang sehat. Berbeda dengan turis asing yang selalu mempertimbangkan kondisi tubuh ketika melakukan pendakian.

”Semua pendaki yang mau naik ke Ijen kita minta menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter,” tegas Sigit.

Di sisi lain, BBKSDA memahami penerapan aturan baru tersebut akan berimbas terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Tidak semua pengunjung akan melengkapi diri dengan surat keterangan sehat dari dokter sebelum mendaki ke Ijen.

Kendati demikian, Sigit yakin lambat laut pengunjung akan terbiasa.

”Hari pertama sampai satu bulan masih butuh penyesuaian. Ini merupakan langkah yang lebih baik. Kami berharap pengunjung bisa mempersiapkan surat dokter jauh hari sebelumnya,” pintanya.  

Terkait kebijakan BBKSDA kepada pendaki, Kepala Puskesmas Licin dr Nira Ista Dewi mengatakan, pihaknya bisa melayani surat keterangan sehat pada operasional aktif, mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00.

Terkait penyediaan pos kesehatan, dukungan dari Puskesmas Licin bisa dilakukan saat momen-momen tertentu pada peak season. Seperti libur Nataru, Lebaran, atau libur sekolah.

”Petugas Puskesmas Licin maupun Puskesmas Ijen tidak standby di Paltuding. Sesuai kesepakatan dalam rapat, kita membantu saat ada momen tertentu saja. BKSDA akan berkirim surat ke Dinas Kesehatan untuk meminta Puskesmas Licin mendirikan pos di atas (Paltuding),” ujar Nira.

Sebelum aturan baru diterapkan, pihaknya sudah memberikan berbagai jenis pelatihan pertolongan kepada guide, penambang belerang, serta penyedia jasa troli.

 Ke depan, kegiatan itu bisa kembali digelar sehingga jika ada kejadian fatal yang menimpa pendaki, sudah ada personel yang memiliki kemampuan melakukan pertolongan.

”Untuk surat keterangan sehat, kami bisa sediakan saat jam kerja di puskesmas. Surat sehat bisa didapatkan di mana saja, di Puskesmas Licin juga ada dokter praktik,” tandas Nira.

Pendakian menuju Kawah Ijen ditutup selama tiga hari mulai Selasa lalu (2/1). Alasan penutupan dalam rangka evaluasi kegiatan kunjungan wisata selama 2023.

Penutupan berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Selain untuk evaluasi kunjungan wisatawan 2023, penutupan dilakukan sebagai persiapan kunjungan 2024.

Terutama untuk perbaikan sistem pemesanan tiket. ”Nanti ada syarat baru untuk pengunjung,” kata Kepala BBKSDA Jatim Nur Patria Kurniawan kala itu.

Terkait syarat baru tersebut, Nur Patria belum membeberkan secara detail. Dia hanya menyebut bahwa sistem baru akan diterapkan mulai Sabtu (6/1).

”Masih akan dirapatkan bersama. Nanti disampaikan jika sudah klir,” ucapnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Kawah #dibuka #pendakian #sehat #surat #dokter #banyuwangi #ijen