LICIN, RadarBanyuwangi.id – Penutupan sementara Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen membuat kecewa sebagian pihak.
Kelompok pramuwisata yang selama ini bersinggungan erat dengan TWA Ijen mengaku keberatan dengan penutupan aktivitas wisata di gunung yang memiliki ketinggian 2.386 meter dari permukaan air laut (mdpl) tersebut.
Penutupan Ijen dinilai kurang tepat karena pekan pertama di bulan Januari merupakan puncak musim wisata.
Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banyuwangi Andika Rahmat Hidayat menjelaskan, banyak wisatawan yang akhirnya batal mendaki Ijen akibat penutupan tersebut.
Padahal, mereka telah merencanakan keberangkatan jauh hari sebelumnya.
”Terkait penutupan TWA Kawah Ijen, banyak teman-teman pelaku wisata kaget dan kecewa. Penutupan dilakukan saat puncak musim liburan Nataru,” kata Andika.
Untuk mengatasi kekecewaan wisatawan, pelaku jasa wisata harus menawarkan alternatif destinasi pengganti kepada para wisatawan.
Seperti pengalihan destinasi ke Kawah Wurung, TN Baluran, Desa Wisata Adat Kemiren, TN Alas Purwo, Bangsring Underwater, dan lainya.
”Kami sebagai pemandu wisata berkoordinasi dengan pihak tour and travel untuk memberikan alternatif kepada wisatawan yang tidak bisa mendaki ke Kawah Ijen,” jelas Andika.
Meski demikian, HPI Banyuwangi bisa memahami keputusan penutupan salah satu destinasi wisata andalan Banyuwangi itu.
Andika menyebut, BBKSDA tak mungkin menutup destinasi tanpa alasan yang jelas. Dia melihat, ada potensi kerugian ekonomi akibat penutupan tersebut.
Apalagi, waktu penutupanya masih di tengah tingginya minat wisatawan berkunjung ke Banyuwangi.
”Kami juga mengerti jika keputusan penutupan ini tidak dilakukan tanpa alasan yang jelas oleh pihak BKSDA,” tambahnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai keputusan BKSDA menutup Ijen tentunya memiliki alasan yang kuat. Pemkab menyesuaikan regulasi yang dikeluarkan oleh BKSDA.
”Mungkin ada beberapa hal yang perlu diwaspadai karena kondisi beberapa gunung berapi sedang aktif, meskipun kita belum mendapat informasi bagaimana pertimbangan penutupan Ijen,” ujarnya.
Pendakian menuju Kawah Ijen ditutup selama tiga hari mulai Selasa (2/1). Alasan penutupan dalam rangka evaluasi kegiatan kunjungan wisata alam selama 2023 dan persiapan kegiatan kunjungan tahun 2024.
Penutupan berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.
Selain untuk evaluasi kunjungan wisatawan 2023, penutupan dilakukan sebagai persiapan kunjungan 2024.
Terutama perbaikan sistem pemesanan tiket. ”Nanti ada syarat baru untuk pengunjung,” kata Kepala BBKSDA Jatim Nur Patria Kurniawan.
Terkait syarat baru tersebut, Nur Patria belum membeberkan secara detail. Dia hanya menyebut bahwa sistem baru akan diterapkan mulai Sabtu (6/1).
”Masih akan dirapatkan bersama. Nanti disampaikan jika sudah klir,” kata Nur Patria. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin