RadarBanyuwangi.id – Masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) berdampak positif terhadap dunia pariwisata Banyuwangi.
Setidaknya itu terbukti dari lonjakan jumlah pengunjung di sejumlah destinasi wisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.
Seperti yang tampak di beberapa destinasi wisata pantai di seputaran Kota Banyuwangi. Di Pantai Cacalan, misalnya, jumlah pengunjung mencapai dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Fenomena yang sama juga terjadi di Pantai Cemara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengaku bersyukur, dalam beberapa hari terakhir sejumlah objek wisata di Banyuwangi mengalami peningkatan kunjungan yang luar biasa.
”Kami tentu sangat bersyukur. Namun, kami juga menginstruksikan para pokdarwis untuk tetap waspada demi keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Pengelola Pantai Cacalan Budiyono mengatakan, pada awal musim libur Nataru kali ini, pegunjung Pantai Cacalan mengalami lonjakan hampir dua kali lipat dari hari biasanya.
Menurutnya, hingga Sabtu (23/12) rata-rata pengunjung telah mencapai dua ribu orang per hari.
Budiyono mengatakan, pengunjung Pantai Cacalan bukan hanya wisatawan lokal Banyuwangi. Tidak sedikit wisatawan asal luar daerah yang mengunjungi destinasi yang berlokasi di wilayah Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro tersebut, seperti dari Situbondo, Jember, Bondowoso, hingga Malang.
”Banyak kendaraan berpelat nomor luar daerah. Tentu lonjakan ini lebih tinggi dari sebelumnya karena saat ini sudah tidak ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” ujar Budiyono.
Selama musim libur, pihaknya juga memberikan akses kepada pengunjung lebih lama. Mulai pukul 06.00 sampai 21.00.
”Kami juga membuka jam operasi lebih lama. Karena di tempat wisata lain mereka buka lebih malam, tentu kami tidak ingin melewatkan momen ini,” jelas Budiyono.
Baca Juga: Pamit Mancing di Laut, Nelayan Asal Jangkar Situbondo Lima Hari Tak Pulang-Pulang
Wisatawan yang mengunjungi Pantai Cacalan mayoritas datang bersama rombongan dengan menggunakan kendaraan berukuran besar.
Seperti bus dan mobil travel ukuran besar lainnya. Dalam satu rombongan biasanya terdiri dari 20 sampai 30 orang.
”Ada juga yang beberapa minggu sebelumnya sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena rombongan cukup banyak,” tandas Budiyono.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Pokdarwis Pantai Cemara Muhyi. Dia mengungkapkan, selama libur Nataru pengunjung Pantai Cemara mengalami lonjakan 100 persen.
Pengunjung juga bisa sekaligus mengunjungi kawasan konservasi dan belajar tentang penyu di pantai tersebut.
”Tentu senang sekali setelah pandemi Covid-19 berakhir, saat ini pariwisata dapat pulih dan pengunjung lebih leluasa beraktivitas. Dampaknya tentu meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Muhyi. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin