RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi punya banyak pilihan destinasi wisata. Ada wisata pantai, gunung, dan perkebunan. Hutan Pinus menawarkan pilihan beda dari destinasi wisata lainnya. Pengunjung bisa menghirup segarnya udara pohon pinus sembari bermain rafting.
Bayangkan akhir pekan Anda berada di tempat yang sejuk. Di antara rimbunnya hutan pinus dan suara gemercik air sungai yang jernih serta merasakan berbagai petualangan dalam satu waktu dan tempat yang saling terhubung. Sensasi itu bisa dirasakan di wisata pinus Songgon.
Berbagai kegiatan mulai dari rafting, paintball, edukasi kehutanan, hingga adventure mengendarai mobil offroad menjelajah lintas alam bisa dicoba di tempat ini. Selain itu, pilihan untuk bermalam di kawasan ini juga memiliki ragam pilihan.
Mulai dengan perkemahan dengan banyak peserta di area perkemahan yang aman dan bersebelahan langsung dengan sungai, atau pun kemah privat dengan komunitas kecil.
Selain bermalam di tenda, fasilitas menginap juga tersedia, baik di homestay maupun di rumah semut yang berada di tengah hutan pinus.
Aktivitas di alam bebas tampaknya bisa menjadi alternatif di tengah situasi pandemi seperti saat ini.
Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, pengunjung tidak perlu khawatir. Kawasan ini sudah mengantisipasi sertifikat CHSE (Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) serta dukungan fasilitas seperti MCK, ruang pertemuan yang memadai.
Lokasi wisata ini berada di sepanjang daerah aliran sungai Badeng di Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon. Wisata Songggon sendiri menempati area hutan pinus Perhutani KPH Banyuwangi Barat.
Bentang alam yang bisa dinikmati mulai dari hamparan sawah, ladang tebu, cengkih serta hutan. Kendati menyajikan suasana alam yang tenang.
Lokasi ini tidak jauh dari perkampungan. Sehingga suasana khas masyarakat sekitar hutan seperti menyadari getah sampai rutinitas peternak membawa pakan ternak menjadi bonus cuci mata yang tidak terlupakan.
Penyadap getah biasanya pagi, kalau ramban setelah duhur. Semua bisa dilihat langsung di tempat ini.
Biasanya, untuk pilihan berkemah satu malam, pengunjung akan datang siang hari, kemudian menikmati suasana sore sembari menikmati kopi di tepi sungai.
Untuk pilihan bermalam, ada yang bertenda atau di homestay. Dilanjutkan keesokan harinya berpetualang. Bisa menikmati offroad atau derasnya Agung jeram.
Saat ini pengelolaan Wisata pinus Songgon melibatkan 30 orang penduduk sekitar. Selain itu, sebanyak 33 warung yang dikelola langsung masyarakat juga ikut meramaikan kawasan wisata ini, terutama saat ada gelaran event seperti Jambore.
Dalam pengelolaannya, pengelola tempat ini menerapkan prinsip tertib administrasi dan keuangan. Laba bersih yang didapatkan sudah meliputi sharing profit dengan Perhutani, pajak ke Pemkab, asuransi dan juga kas ke desa.
Selain itu, keberadaan wisata pinus Songgon juga memunculkan operator-operator yang dikelola secara pribadi masyarakat sekitar. Dengan demikian, wisata pinus songgon sering menjadi penghubung antar pengelola, sinergi yang yang terbangun cukup bagus. (*)
Editor : Ali Sodiqin