Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perahu Sampah PLN Kembalikan Keindahan Pesisir Kampung Mandar

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 7 Desember 2023 | 01:36 WIB
Perahu sampah yang dibuat Pokdarwis Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi melakukan pembersihan pantai sepanjang 800 meter.
Perahu sampah yang dibuat Pokdarwis Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi melakukan pembersihan pantai sepanjang 800 meter.

RadarBanyuwangi.id – Tahun 2017 silam, Kelurahan Kampung Mandar mendapat predikat sebagai kampung terkumuh di Kabupaten Banyuwangi.

Titik terparah Kampung Mandar berada di area permukiman yang berbatasan langsung dengan kawasan pesisir.

Sampah-sampah menumpuk di dekat rumah penduduk. Mereka harus beraktivitas sembari menghirup aroma sampah.

Tak hanya itu, sampah juga memenuhi tepian pantai yang menjadi tempat hinggapnya puluhan kapal nelayan. Hal itu ikut menambah pemandangan kumuh di Kampung Mandar.

Perlahan, masyarakat pun berbenah. Mereka berupaya menangani permasalahan sampah yang menumpuk. Satu per satu dengan dukungan pemerintah.

Kotoran-kotoran di area permukiman mereka bersihkan. Masyarakat juga mulai mengubah kebiasaan buruknya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Hingga akhirnya, pada tahun 2023 kondisi permukiman di Kampung Mandar berubah drastis. Permukiman mulai tertata rapi. Kawasan di sekitar pesisir disulap menjadi area kuliner dengan deretan kursi dan meja.

Warung-warung ikan bakar juga ikut tumbuh dibarengi dengan usaha kuliner lainnya. Kampung Mandar pun berubah menjadi sentra seafood.

Sayangnya, meski kawasan pemukim sudah mulai bersih, area pantai yang menjadi tempat parkir kapal nelayan masih kotor. Sampah dari hulu berkumpul di muara pantai.

Untuk mengatasinya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Mandar Hilmansyah Anwar bersama anggotanya berusaha melakukan pembersihan dengan metode manual menggunakan galah yang sudah dimodifikasi.

Mereka berjalan di pinggir plengsengan sembari memunguti sampah-sampah. Dalam sehari, lebih dari satu kuintal sampah berhasil mereka kumpulkan.

Namun, ada beberapa titik yang masih sulit dijangkau. Terutama di sekitar perahu nelayan dan di seberang pantai yang berbatasan dengan Pulau Giliwangi.

Singkat cerita, Fish Market yang dikelola Hilman bersama warga Kampung Mandar menyabet Juara 1 dalam acara Sustainability CID Awards 2022 untuk kategori CSV Program Sosial yang digelar PT PLN (Persero).

Berbekal anggaran yang mereka peroleh itu, pada Agustus 2023 Hilman mencoba membuat sebuah perahu sampah. Diajaknya anggota Pokdarwis dan nelayan untuk membuat sebuah perahu model katamaran berbahan fiber.

Semuanya dikerjakan melalui tangan-tangan terampil warga Kampung Mandar. Hasilnya, jadilah sebuah perahu sampah berukuran 5 x 2 meter. Perahu dicat dengan warna putih ditambah garis biru.

”Fish Market Kampung Mandar berhasil meraih Juara 1 Kategori CSV Program Sosial pada Peringatan Hari Listrik Nasional Ke-77 tanggal 27 Oktober, kami dapat anggaran Rp 300 juta. Yang Rp 19 juta kami buatkan perahu sampah,” kata Hilman.

Tak lupa di bagian samping perahu dibubuhi tulisan ”PLN Peduli” dan ”Fish Market” yang mengingatkan mereka tentang asal mula terciptanya perahu sampah.

”Perahu ini cukup dioperasikan satu orang saja, di bagian tengah ada jaring yang bisa digunakan untuk menampung sampah. Perahu tinggal jalan saja, nanti sampahnya masuk ke dalam jaring,” imbuh Hilman.

Saat digunakan, perahu berbahan fiber itu ternyata cukup fleksibel. Langkahnya cepat dan bisa masuk ke celah-celah antara tempat parkir kapal nelayan.

Perahu sampah tersebut tak hanya bisa membersihkan satu sisi muara, tapi juga bisa bergerak menuju Pulau Giliwangi kawasan Marina Boom.

Hilman mengatakan, setiap hari minimal selama satu jam perahu sampah mengelilingi muara plengsengan sepanjang 800 meter.

Ada 15 anggota Pokdarwis dan Poklahsar (Kelompok Pengolahan dan Pemasaran) yang bergantian bertugas mengoperasikan perahu sampah.

”Bersih-bersih dilakukan pukul 2 siang bersamaan dengan menumpuknya sampah. Kami sesuaikan juga dengan kondisi di laut. Dalam waktu satu jam kami bisa kumpulkan 1 kuintal sampah,” ungkapnya.

Meski baru empat bulan beroperasi, Hilman mengatakan perahu sampah tersebut mampu mengurangi penumpukan sampah di muara Kampung Mandar.

Setidaknya, para nelayan yang memarkir perahu di tepi muara tak lagi khawatir mesinnya mati akibat terlilit sampah.

”Ke depannya perahu ini bisa dijadikan perahu wisata. Dirancang dengan kursi duduk berhadapan. Perahu ini cukup untuk mengangkut delapan orang. Selesai mengambil sampah, bisa digunakan untuk mengangkut wisatawan,” ungkap Hilman

Sampah yang masuk ke celah antar kapal nelayan bisa diambil dengan mudah melalui perahu sampah.
Sampah yang masuk ke celah antar kapal nelayan bisa diambil dengan mudah melalui perahu sampah.

Kini, setiap siang kapal sampah terus berkeliling di sepanjang pantai Kampung Mandar. Berkelit di antara deretan perahu nelayan sembari menyedot ratusan sampah yang masih kerap muncul.

Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dibawa dan dipilah. Ada yang bisa dijual seperti sampah plastik. Ada juga yang diambil warga yang punya budi daya magot. Sisanya dibuang ke arm roll milik DLH (Dinas Lingkungan Hidup) milik Pemkab Banyuwangi.

Amad, salah satu nelayan Kampung Mandar mengatakan, sejak adanya perahu sampah, jarang ada perahu nelayan yang bermasalah. Sebelumnya, perahu miliknya kerap kali mengalami mati mesin karena tersangkut sampah.

”Sejak ada perahu sampah, kadang mereka juga mengambil sampah di baling-baling, jadi lebih lancar,” ucap Amad.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mandar Hariyono menyebut jika kebersihan area pantai sangat berpengaruh kepada usaha warung seafood di Kampung Mandar. Ada 55 warung yang saat ini berdiri memanjang di tepi wilayah pantai.

Dan, nyaris semua kursi pelanggan ada di tepian pantai. ”Kalau pantainya bersih, yang makan juga enak. Tidak terganggu. Mereka bisa semakin betah di sini,” tutur Hariyono. (fre)

Editor : Fredy Rizki Manunggal
#csr #pln #Sampah #pokdarwis #banyuwangi #bumn #kampung mandar