Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengunjungi Goa Pawon di Cemoro Songgon yang Dipercaya Terhubung Goa di Taman Nasional Alas Purwo Tegaldlimo

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 6 Desember 2023 | 20:00 WIB
ANTIK: Bagian dalam Goa Pawon yang konon sering ditemukan peralatan dapur dan tembus ke goa-goa di sekitar dan di Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo Selasa (5/11).
ANTIK: Bagian dalam Goa Pawon yang konon sering ditemukan peralatan dapur dan tembus ke goa-goa di sekitar dan di Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo Selasa (5/11).

Tersembunyi di hutan Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Goa Pawon menjadi saksi bisu dari kisah mistis dan alam yang mengagumkan. Lokasinya yang terpencil, menciptakan aura magis dan dianggap istimewa oleh masyarakat setempat.

CERITA yang berkembang di kalangan masyarakat Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon sekitar, Goa Pawon tidak hanya tempat yang dapat dijelajahi.

Tapi juga menjadi jalur spiritual yang menghubungkan manusia dengan keajaiban alam di berbagai goa yang ada di Banyuwangi.

Perjalanan menuju ke Goa Pawon tidaklah sulit, lokasinya berjarak tujuh kilometer dari pusat keramaian Kecamatan Rogojampi.

Untuk menuju ke tempat ini, bila naik motor hanya butuh waktu sekitar 15 menit dengan pemandangan hamparan sawah hijau dan pepohonan rindang.

Mengikuti jalur ke arah barat hingga Pondok Pesantren Nurut Taqwa di Desa Balak, perjalanan selanjutnya belok di jalan simpang tiga yang mengarah ke SMPN 2 Songgon.

Tidak sampai 100 meter, belok ke arah timur laut ada bekas peternakan ayam yang ditinggalkan pemiliknya. Di sekitar bekas peternakan itulah, pengunjung harus berhenti dan memarkir kendaraannya.

Untuk menuju ke lokasi Goa Pawon, perjalanan hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki melalui jalur di tengah kebun Pepaya Florida hingga di tepi sungai.

Di tengah rimbunnya rerumputan, bibir Goa Pawon yang terletak di sempadan Sungai Lungun, sudah terlihat.

Saat kaki melangkah mendekati Goa Pawon, dinding goa yang kokoh dan lebar akan langsung menyambut. Warga sekitar meyakini, memasuki Goa Pawon dengan niat yang baik bisa melihat hal- yang aneh dan diluar nalar.

“Kalau niat baik bita tahu lorong-lorong rahasia yang menghubungkan gua-gua di Alas Purwo (Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo),” ujar Misriyah, 60, juru kunci Goa Pawon.

Goa Pawon ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, dan digunakan sebagai tempat persembunyian masyarakat saat terjadi pertempuran. “Terbentuknya secara alami, berbeda dengan Goa Jepang yang dibuat manusia,” katanya.

Baca Juga: BPVP Buka Talent Corner Banyuwangi Dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas

Misriyah yang tinggal di sekitar Goa Pawon menyampaikan goa yang dijaga ini dipercayai dapat menembus ke goa lain yang ada di sekitar Dusun Cemoro, Desa Balak.

“Ada tujuh goa yang dipercaya masyarakat sekitar terhubung dengan goa ini, seperti Goa Pasujudan, Goa Sadong, Goa Konferensi, Goa Capil, Goa Sumur, dan Goa Panguripan,” terangnya.

Seluruh goa di Dusun Cemoro itu terbentuk alami. Dinamakan Goa Pawon karena di tempat itu banyak ditemukan peralatan dapur yang diduga berasal dari zaman era peperangan dengan Belanda. “Namanya diberikan karena goa itu seperti dapur,” katanya.

Saat ini sekitar Goa Pawon sudah dipagari. Itu dilakukan agar goa tidak dimanfaatkan untuk kegiatan negatif yang bisa membahayakan.

“Saat belum dipagari dulu, goa ini sering dimanfaatkan anak muda-muda untuk kumpul-kumpul dan beberapa orang bersemedi,” ujarnya.

Salah satu warga yang mempercayai Goa Pawon terhubung dengan sejumlah goa di Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo itu Ponirin, 50, asal Dusun Kutorejo, Desa Kalipait. Ia pernah mendengar tentang mitos itu.

“Kalau cerita mbah-mbah dulu memang begitu, secara spiritual goa-goa di Banyuwangi saling terhubung,” cetusnya.

Hanya saja, Ponirin mengaku belum pernah mendengar cerita secara langsung dari orang yang pernah melakukan perjalanan spiritual hingga tembus ke goa-goa itu.

“Kalau orang yang mengaku bertemu sosok-sosok penjaga goa yang ditempati laku semedi malah sering dengar,” katanya.(abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Peralatan #rahasia #pawon #perjalanan #Mengunjungi #istimewa #waktu #kisah mistis #MaGIS #peternakan #masyarakat #dapur #hutan #lorong #goa #Terhubung #pondok pesantren #dinding #Alami #keramaian #belanda #lokasi #Penjajahan #zaman #aura #Sungai #saksi #Terpencil #alas purwo #banyuwangi #cemoro #jalan kaki #kebun